Virus Corona di Surabaya

Dalam Sepekan, 805 Lokasi Kerumunan Warga Dibubarkan Polda Jatim: 14 Ribu Orang Diimbau Pulang

Polisi tak segan melakukan tindakan terhadap pada warga yang masih melanggar, dengan tetap berkerumun di lokasi area publik

SURYA.co.id/Luhur Pambudi
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Polda Jatim telah membubarkan 805 titik area yang menjadi lokasi kerumunan masyarakat di sejumlah kawasan di Jawa Timur sejak Sabtu (21/3/2020) pekan lalu.

Dari ratusan titik lokasi itu, sedikitnya 14.000 orang telah diminta kembali ke kediamannya masing-masing.

Hal itu dimaksudkan guna memutus mata rantai penularan virus Corona (Covid-19) yang sedang mewabah di Jatim.

Apalagi mekanisme pembubaran kerumunan tersebut sudah diatur dalam maklumat Kapolri, Jendral Idham Aziz mengenai komitmen pencegahan Covid-19 yang diumumkan sejak Kamis (19/3/2020) kemarin.

"Jumlah yang kami lakukan sejak malam minggu diawali oleh Polrestabes Surabaya (Polsek Wiyung) di warkop," katanya Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jatim, Jumat (27/3/2020).

Trunoyudo menambahkan, petugas di lapangan juga tak segan bakal melakukan tindakan terhadap pada warga yang masih melanggar, dengan tetap berkerumun di lokasi area publik seperti warkop, cafe dan sebagainya.

Yakni dengan membawa warga yang bersangkutan ke markas polisi setempat guna dimintai keterangan.

Dan bakal dikenai sanksi teguran, termasuk membuat surat pernyataan komitmen patuh dengan aturan yang berlaku.

Namun, jangan dikira hanya membubarkan warga lalu pergi begitu saja. Petugas juga akan menyemprotkan cairan disinfektan gratis di area warkop atau cafe tersebut.

"Inilah wujud Polda Jatim bagian gugus tugas yang ada di Pemprov Jatim, untuk penanganan penyebaran virus," pungkasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved