Berita Surabaya

UMSurabaya Konversikan Kegiatan Relawan Mahasiswa Jadi Nilai Kuliah, Ini Tujuannya

UMSurabaya membuat kebijakan kegiatan relawan akan dikonversi menjadi nilai Mata Kuliah

UMSurabaya Konversikan Kegiatan Relawan Mahasiswa Jadi Nilai Kuliah, Ini Tujuannya
surya.co.id/sulvi sofiana
Ilustrasi - Para relawan perawat di sela peringatan Hari diabetes Sedunia 

SURYA. co. id | SURABAYA - Status pandemik corona virus disease (Covid-19) sangat berdampak terhadap aktivitas perkuliahan di kampus, salah satu kampus yang mengalaminya adalah Universitas Muhamamdiyah Surabaya (UMSurabaya).

Kegiatan perkuliahan yang diganti kuliah daring membuka kesempatan mahasiswa untuk aktif menjadi relawan untuk menangani Covid-19. Wakil Rektor 1 UMSurabaya, Dr Aziz Alimul Hidayat SKep Ns MKes, mengungkapkan ada beberapa peluang mahasiswa dalam menjadi relawan, seperti program Relawan Kemendikbud maupun Relawan Program Persyarikatan Muhammadiyah.

"Kebijakan konversi ini sudah disahkan oleh Rektor UMSurabaya. Kami memberi apresiasi berupa nilai kepada mahasiswa yang tergabung menjadi relawan Covid-19," kata Aziz.

Aziz menjelaskan kegiatan relawan akan dikonversi dengan Mata Kuliah KKN (bagi program Sarjana) dan Mata Kuliah PPKM dan Keperawatan Komunitas (bagi program Diploma). Untuk Mahasiswa Profesi Ners dikonversi Mata Kuliah Klinik Praktika Senior.

"Bagaimanapun, keikutsertaan tetap harus mendapatkan restu dari orang tua, dan kita tetap mengutamakan keselamatan relawan/mahasiswa dengan prinsip pencegahan Covid-19. Nanti akan ada dosen pembimbing lapangan untuk mempermudah konsultasi semua kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa. Juga mahasiswa melaporkan hasil dari kegiatan upaya pencegahan Covid-19 ini" tambahnya.

Azis menyebut kegiatan relawan pastinya sifatnya sukarelawan, tidak ada paksaan apapun.

Berdasarkan Surat Kepetusan Rektor Nomor: 033I/KEP/II.3.AU/A/2020, beberapa kegiatan mahasiswa yang menjadi relawan mencakup pemberian Bantuan APD untuk Rumah Sakit.

Kemudian Kampanye Pola Hidup Sehat kepada Masyarakat berupa cuci tangan, pembagian hand sanitizer, masker, dan lainnya.

"Penyemprotan tempat-tempat umum yang belum tersentuh pembersihan dengan disinfeklan dan sosialisasi Physical Distancing kepada masyarakat sebagai upaya meredam penyebaran Covid-l9, dan lain sebagainya, "pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved