Virus Corona di Surabaya

Sempat Tutup Dua Hari, Satpas Colombo Kembali Dibuka, Siapkan Sejumlah Antisipasi Penularan Covid-19

Layanan pengurusan SIM baik pemohon baru maupun perpanjangan kembali dibuka oleh Satlantas Polrestabes Surabaya.

Sempat Tutup Dua Hari, Satpas Colombo Kembali Dibuka, Siapkan Sejumlah Antisipasi Penularan Covid-19
Istimewa
Layanan pengurusan SIM di Satpas Colombo kembali dibuka setelah sempat ditutup selama dua hari karena wabah virus corona, Kamis (26/3/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Layanan pengurusan SIM baik pemohon baru maupun perpanjangan kembali dibuka oleh Satlantas Polrestabes Surabaya.

Sempat ditutup dua hari lalu, kini layanan tersebut kembali dibuka khusus di Satpas Colombo Surabaya.

Sementara layanan di SIM Corner seperti Tunjungan Plaza, BG Junction, Siola dan Sim Keliling tetap ditutup hingga tanggal 30 Maret 2020 nanti.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Chandra mengatakan kebijakan tersebut diterapkan untuk melayani masyarakat yang akan membuat ataupun memperpanjang SIM di Surabaya.

Meski begitu, kebijakan tersebut tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan pelayanan mengingat wabah virus Corona (Covid-19) yang masih terjadi di Surabaya.

"Kalau yang dibuka memang khusus di Satpas Colombo saja. Yang lain masih ditutup sementara waktu tergantung perkembangan situasi ke depan," kata Teddy, Kamis (26/3/2020).

Meski dibuka, Teddy menerapkan pembatasan jam operasional pelayanan di Satpas Colombo yakni pukul 08.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB pada hari Senin hingga Kamis, sedangkan untuk hari Jumat dan Sabtu layanan dibuka pada pukul 08.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB.

Polisi juga memberikan dispensasi kepada masyarakat yang masa berlaku SIM-nya habis pada tanggal 24 maret sampai 30 maret untuk diurus pada tanggal berikutnya.

Guna mencegah wabah penularan virus Corona, Satlantas Polrestabes Surabaya menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, di antaranya menyediakan bilik sterilisasi, thermal gun, hand sanitizer, tempat cuci tangan dan menerapkan sosial distancing.

"Kami terapkan upaya pencegahan termasuk melakukan sterilisasi saat ujian teori peralatan kita semprot dulu, lalu kita bersihkan. Waktu ujian praktek juga gagang motor dan persneling serta setir kita semprot dulu secara bergantian dan kita bersihkan juga. SOP protokoler kesehatan sudah kita matangkan atau lakukan," tandas Teddy.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved