Jatim Antisipasi Corona

Pemprov Jatim Distribusikan 18.400 Rapid Test Malam ini, dalam 15 Menit Alat ini Tunjukkan Hasil

Sebanyak 18.400 alat rapid test atau alat tes cepat mulai didistribusikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa ke rumah sakit-rumah sakit di Jawa Timur.

Pemprov Jatim Distribusikan 18.400 Rapid Test Malam ini, dalam 15 Menit Alat ini Tunjukkan Hasil
surya.co.id/fatimatuz zahro
Peragaan penggunaan alat rapid tes bersama Wagub Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat distrbusi dari 18.400 alat rapid test ke rumah sakit-rumah sakit di Jawa Timur, Kamis (26/3/2020) malam. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Sebanyak 18.400 alat rapid test atau alat tes cepat mulai didistribusikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa ke rumah sakit-rumah sakit di Jawa Timur, Kamis (26/3/2020) malam.

Alat ini bahkan mampu menunjukkan hasil apakah sesorang berkatagori positi atau negatif dalam tempo 15 hingga 20 menit.

Belasan ribu alat rapid test tersebut terdiri dari 8.400 alat rapid test dari Kementerian Kesehatan, serta  10.000 alat rapid test bantuan dari Yayasan Tzu Chi Buddha yang hari ini diterima oleh Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Timur.

Dikatakan Khofifah, hingga saat ini total 18.400 alat rapid test yang secara bertahap akan mulai didistribusikan oleh pemprov ke rumah sakit-rumah sakit.  

“Malam ini kita akan langsung distribusikan ke 65 rumah sakit rujukan dan 38 Dinkes Kabupaten Kota di Jawa Timur. Tapi ini yang datang ke sini saat penerimaan tentu ya simbolik, karena alatnya rapid test itu harus disimpan di suhu rendah -15 derajat Celcius,” kata Khofifah.

 Sebanyak 65 rumah sakit rujukan yang mendapatkan alat rapid test ini adalah rumah sakit yang sudah masuk dalam jaringan rumah sakit rujukan untuk merawat pasien covid-19. 

Di mana hari ini ada 2 rumah sakit rujukan tambahan. Yaitu RSUD dr Soewandhi Surabaya dan RSAU Madiun.

Terkait siapa yang akan dites menggunakan alat rapid test ini dikatakan Khofifah ada empat golongan prioritas . 

Untuk kelompok pertama, adalah orang yang berkontak erat dengan pasien positif sehingga risiko tinggi. 

Kontak erat risiko tinggi adalah bila seseorang kontak dengan kasus konfirmasi positif. 

Halaman
123
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved