Berita Jember

Pemkab Jember Belum Pastikan Waktu Operasional Pusat Karantina ODP

"Sampai hari ini baru persiapan. Belum mengambil langkah kapan akan dioperasikan. Kami siapkan sebaik-baiknya, itu hal yang paling baik hari ini,"

Pemkab Jember Belum Pastikan Waktu Operasional Pusat Karantina ODP
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Velbed milik TNI dipasang berjajar di JSG yang akan disulap jadi pusat karantina ODP Corona di Jember. 

SURYA.co.id | JEMBER - Bupati Jember, Faida belum memastikan kapan operasional Jember Sport Garden (JSG) sebagai lokasi karantina orang dalam pemantauan (ODP) untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona. Faida mengatakan sampai saat ini pihaknya masih mempersiapkan tempat tersebut.

"Sampai hari ini baru persiapan. Belum mengambil langkah kapan akan dioperasikan. Kami siapkan sebaik-baiknya, itu hal yang paling baik hari ini apabila ada ledakan, maka kami sudah siap sesuatunya," ujar Faida ketika dikonfirmasi kembali perihal JSG menjadi lokasi karantina ODP itu, Kamis (26/3/2020).

Kepada Surya, Faida menuturkan, nantinya ODP yang tidak dirawat di rumah sakit yang diprioritaskan dikarantina di tempat tersebut. Tetapi dia belum menjelaskan teknis bagaimana mengajak atau mengarahkan pada ODP itu ke lokasi karantina tersebut.

Dia kembali menegaskan, mereka yang ODP idealnya dikarantina selama 14 hari. "Selain mereka ODP yang menjalani perawatan di rumah sakit itu, yang bisa dikarantina di sana (JSG). Ada sekitar 70 ODP yang tidak menjalani perawatan di rumah sakit. Ada di rumah masing-masing. Jumlah ODP ini kemungkinan bisa bertambah," lanjut Faida.

Jika kondisi tidak membaik, lanjutnya, proses karantina akan dilakukan. Dia menambahkan, lokasi karantina itu menjadi langkah kedaruratan Pemkab Jember untuk mengendalikan laju penyebaran Virus Corona. Sebab rumah sakit difokuskan kepada perawatan mereka yang sakit.

Mereka yang sehat tetapi masuk kategori ODP, lanjutnya, yang akan diprioritaskan dikarantina untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Tidak semua orang bisa menertibkan diri dan menjaga, mengendalikan dirinya dalam waktu 14 hari selama masa isolasi.
Pada keadaan tertentu, kami akan gunakan tempat karantina ini, terutama untuk ODP yang tidak mungkin semua dimasukkan ke rumah sakit. Karena kami perlu memfokuskan rumah sakit untuk menangani pasien-pasien yang non korona. Supaya tetap berjalan dan semua dapat teratasi dengan baik," tegas Faida.

Ketika disinggung tentang pendampingan ekonomi dari warga yang dikarantina, Faida menjanjikan pemerintah akan memberikan pendampingan ekonomi jika mereka yang dikarantina adalah pencari nafkah di keluarga tersebut.

"Apabila ini kepala keluarga meninggalkan keluarga dan sebagainya, maka pemerintah dapat memantau ekonomi di rumahnya masing-masing. Sehingga pemerintah dapat membantu ekonomi rumah tangga yang ditinggalkan. Keluarga yang ekonominya kelas bawah, perlu pendampingan selama kepala keluarga atau tulang punggung keluarga belum bekerja," pungkas Faida.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved