Berita Tuban

Pelaku Pedofilia di Tuban Berikan Pengakuan Mengejutkan ke Polisi: Dendam Pernah Jadi Korban

Pelaku pedofilia di Kabupaten Tuban memberikan pengakuan mengejutkan kepada petugas kepolisian saat ungkap kasus, Kamis (26/3/2020).

Pelaku Pedofilia di Tuban Berikan Pengakuan Mengejutkan ke Polisi: Dendam Pernah Jadi Korban
SURYA.co.id/M Sudarsono
Tersangka pedofilia, Muksin (40) warga Desa Kebalan Kulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, saat dikeler petugas satreskrim Polres Tuban, Kamis (26/3/2020). 

SURYA.co.id | TUBAN - Pelaku pedofilia di Kabupaten Tuban memberikan pengakuan mengejutkan kepada petugas kepolisian saat ungkap kasus, Kamis (26/3/2020).

Tersangka, Muksin (40), asal Desa Kebalan Kulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, mengaku pernah jadi korban pelecehann secara seksual semasa kecil.

Hal itu yang membuat pelaku terdorong untuk melakukan tindakan bejat terhadap enam orang anak yang masih di bawah umur.

"Saya dendam, dulu saya juga pernah menjadi korban," katanya di hadapan petugas kepolisian di Mapolres Tuban, Kamis (26/3/2020).

Dia menjelaskan, perlakuan tidak mengenakkan yang dialaminya itu terjadi sekitar 3 tahun lamanya.

Hingga akhirnya dia melampiaskan kepada para korban yang diketahui masih pelajar SMP.

"Akhirnya saya melampiaskan kepada para korban yang masih anak di bawah umur, saya lakukan di Tuban," terang pelaku yang merupakan penjual pakaian.

Sementara itu, Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono menyatakan, dari hasil keterangan pelaku mengenal para korbannya sekitar Januari 2020.

Lalu pelaku memberi iming-iming kepada para korbannya berupa pakaian, untuk mendapat empati.

Pelaku pun memberikan nomor handphone kepada korbannya untuk berkomunikasi lebih lanjut.

Hingga akhirnya dalam suatu kesempatan, pelaku melakukan tindakan tak terpuji terhadap para korbannya.

Kegiatan tak patut dicontoh itu dilakukan di kamar kos pelaku di sekitar kawasan pos bbm, di atas truk, hingga lebih nekat lagi di salah satu rumah ibadah.

Pria Lamongan Ketahuan Setubuhi 6 Bocah Laki di Tuban, Pernah Lakukan Aksi Bejatnya di Tempat Ibadah

"Aksi itu dilakukan sudah 8 kali, kita tangkap belum lama ini. Berawal dari laporan orang tua korban ke Polsek kota lalu diteruskan di Unit PPA Satreskrim," pungkasnya.

Adapun korbannya adalah enam anak di bawah umur yaitu FSA (14) Lamongan dan NADGS (13), MSE (15), GAS (13), MJH (12), FASF (14) dari Bojonegoro.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat UU 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved