Masuk Zona Merah, Masjid Al Akbar Surabaya Diimbau Tak Gelar Shalat Jumat demi Cegah COVID-19

Kota Surabaya masuk zona merah penyebaran virus corona ( COVID-19). Penyebaran orang dalam pemantauan (ODP) hampir merata di seluruh kecamatan.

Masuk Zona Merah, Masjid Al Akbar Surabaya Diimbau Tak Gelar Shalat Jumat demi Cegah COVID-19
SURYA.co.id/Sofyan Arif Candra
Kota Surabaya masuk zona merah COVID-19, takmir Masjid Al Akbar Surabaya diimbau MUI Jatim tak menggelar shalat Jumat demi mencegah merebaknya virus corona. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kota Surabaya masuk zona merah penyebaran virus corona ( COVID-19). Penyebaran orang dalam pemantauan (ODP) hampir merata di seluruh kecamatan.

Atas dasar itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim mengimbau kepada takmir-takmir masjid di jalan protokol tidak menggelar shalat jumat untuk sementara waktu. 

Di Kota Surabaya, ada tiga masjid besar yang pengelolanya juga mendapatkan imbauan MUI Jatim. Yakni, Masjid Al Akbar Surabaya, Masjid Al Falah, dan Masjid Rahmat. 

Melalui Tausiyah III yang diterbitkan Kamis (26/3/2/2020) MUI Jatim menyebutkan masjid dengan potensi tingkat penularan yang susah diprediksi dan dikendalikan dengan mobilisasi orang yang sulit dibatasi.

Seperti masjid-masjid protokol dan masjid-masjid di daerah wisata dianjurkan mengambil keputusan untuk tidak menyelenggarakan salat Jumat.

Update Virus Corona di Surabaya, Ketua MUI Jatim, KH Abdusshomad Buchori (kanan) menerbitkan tausiah III berisi imbauan kepada umat Islam di Jawa Timur mengganti shalat jumat dengan shalat dzuhur.
Update Virus Corona di Surabaya, Ketua MUI Jatim, KH Abdusshomad Buchori (kanan) menerbitkan tausiah III berisi imbauan kepada umat Islam di Jawa Timur mengganti shalat jumat dengan shalat dzuhur. (SURYA.co.id/Sofyan Arif Candra)

Sekretaris Umum MUI Jatim, Ainul Yaqin mencontohkan di Surabaya, masjid yang dimaksud adalah Masjid Al Akbar Surabaya; Masjid Al Falah, Jalan Darmo; dan Masjid Rahmat, Jalan Kembang Kuning.

"Ini sifatnya anjuran, implementasi tergantung kebijakan takmir," ucap Ainul Yaqin, Kamis (26/3/2020).

Melihat sebaran jemaahnya yang berasal dari berbagai daerah, masjid-masjid besar tersebut, menurut Ainul potensi tingkat penularannya akan sulit diprediksi.

"Tapi masjid-masjid di pinggiran Surabaya, di kampung-kampung yang jamaahnya warga sekitar saja bolehlah melakukan (Shalat Jumat) dengan perlakuan tertentu," lanjutnya.

Hal ini sebagai antisipasi mengingat Surabaya sudah menjadi zona merah Corona dan persebaran ODP (Orang Dalam Pemantauan) yang cukup merata di setiap kecamatan.

Halaman
12
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved