Video Viral

FAKTA BARU Video Viral Oknum Polisi Pukuli 3 Bintara, Propam : Kena Pasal Penganiayaan

Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumatera Barat membeberkan fakta baru kasus video viral oknum polisi pukuli 3 bintara.

Editor: Iksan Fauzi
Kolase
Propam Polda Sumatera Barat membeberakn fakta baru kasus video viral oknum polisi memukuli 3 Bintara di halaman Mapolres Padang pariaman. 

Video tersebut salah satunya diunggah oleh akun Facebook Firmansyah Padang TerapiStroke pada Rabu (25/3/2020) sekitar pukul 19.17 WIB.

Sudah Pulang

Dalam unggahan tersebut ditulis "penganiayaan yg tdk pantas terjadi di tubuh Polri di Polres Padang Pariaman Polda Sumbar yang dilakukan oleh Ipda Septian dwi cahyo yang mengakibatkan Personel masuk rumah sakit dan tidak sadarkan diri karena dipukul berkali kali menggunakan kopel keras di bagian yg sangat sensitif yaitu di bagian kepala #kapolri #kadivpropampolri #humaspolri."

Stefanus menyebutkan, kejadian itu terjadi pada Kamis (19/3/2020) lalu di halaman Mapolres Padang Pariaman, Sumbar.

Kejadian itu berawal ketika tiga orang bintara itu terlambat datang sehingga diberi hukuman.

Akibat aksi itu, seorang bintara yang dipukul dengan ikat pinggang harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Pariaman.

Video viral

Sebelumnya, sebuah video yang menampilkan seorang perwira polisi memukul tiga bintara, menjadi viral di media sosial.

Saat ini, pelaku pemukulan sedang diperiksa oleh Divisi Profesi dan Pengamanan ( Propam) Polda Sumatera Barat.

"Hari ini sedang diperiksa di Propam Polda Sumbar," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto saat dihubungi Kompas.com, Kamis (26/3/2020).

Adapun, perwira polisi dalam video tersebut berpangkat Inspektur Dua (Ipda) dengan inisial SDC.

Perwira polisi tersebut bertugas di Polres Padang Pariaman, Sumbar.

Stefanus menyebutkan, kejadian itu terjadi pada Kamis (19/3/2020) lalu, di halaman Mapolres Padang Pariaman, Sumbar.

"Iya, kejadiannya pada Kamis lalu. Sekarang kasusnya sedang diproses," kata Stefanus.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved