Persebaya Surabaya

Dilema Rendi Irwan Terkait Pemberhentian Sementara Kompetisi Liga 1 2020

gelandang serang Persebaya Surabaya Rendi Irwan berharap kompetisi bisa kembali bergulir karena menjadi sumber mata pencaharian pemain.

surabaya.tribunnews.com/ndaru wijadyanto
Rendi Irwan mengendarai skuter matic warna biru (kanan) dan Hansamu Yama menunggangi vespa (kiri) seusai latihan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Berhenti sementaranya roda kompetisi akibat antisipasi virus corona atau covid-19 membuat aktivitas tim Liga 1 2020 ikutan mati suri. Bahkan, 10 klub sudah menggelar rapat dadakan melalui jejaring online guna mencari solusi untuk kebaikan bersama terkait kelanjutan kompetisi musim ini.

Satu dari empat hasil rapat virtual meeting itu memastikan status gaji pemain, pelatih dan official dibayar maksimal 25 persen sejak Maret sampai dengan kick off nanti. Terlepas dari hasil itu, gelandang serang Persebaya Surabaya Rendi Irwan berharap kompetisi bisa kembali bergulir karena menjadi sumber mata pencaharian pemain.

Mengingat sampai saat ini PSSI dan operator kompetisi telah mengambil sikap untuk menghentikan sementara kompetisi hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Banyak yang menggantungkan hidup dari kompetisi itu, termasuk pemain itu sendiri," kata Rendi Irwan, Kamis (26/3/2020).

Namun di lain sisi, dia sadar pemberhentian kompetisi untuk sementara waktu adalah sebuah langkah bijak terkait antisipasi penyebaran virus corona.

Bukan hanya kompetisi tanah air dibuat mandek, melainkan kompetisi dunia seperti Premier League (Inggris), Serie A (Italia), La Liga (Spanyol) dan Bundesliga (German).

"Apapun itu kami menghormati keputusannya. Kami harus ikuti agar tidak menyebar virus corona seperti di Italia," tutup ayah tiga anak ini.

Penulis: Ndaru Wijayanto
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved