Antisipasi Virus Corona Surabaya

Cegah Virus Corona, UMKM di Kota Surabaya Ini Produksi 200 APD dalam Waktu Dua Hari

UMKM di Kota Surabaya diminta memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) yang akan digunakan para tenaga medis.

Cegah Virus Corona, UMKM di Kota Surabaya Ini Produksi 200 APD dalam Waktu Dua Hari
tribun jatim/mayang essa
Novita Rahayu saat memamerkan Alat Pelindung Diri (APD) berupa Coverall atau Hazmat, Kamis (26/3/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Dinas Perdagangan (Disdag) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya turut terlibat dalam upaya memutus rantai penyebaran virus corona di Kota Surabaya.

Mereka diminta memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) yang akan digunakan para tenaga medis.

Vira Collection salah satunya.

Ditemui di rumah produksinya Jalan Kenjeran, Surabaya, Novita Rahayu Purwaningsih (41) Owner Vira Collection mengatakan dirinya mampu memproduksi 200 coverall atau hazmat dalam kurun waktu dua hari.

“Pemerintah Kota Surabaya, Senin (23/3/2020) memberikan bahan berupa kain yang ditargetkan 150-200 coverall per harinya,” paparnya, Kamis (26/3/2020).

Dalam pengerjaannya, Novita menggunakan kain jenis gortex yang memiliki permukaan halus dan sedikit berat.

Satu gulung kain itu bisa dipakai untuk membuat 30 pieces coverall.

Novita mengaku tidak tahu menahu sampai kapan dirinya akan terus menerima order untuk memproduksi baju model hazmat ini.

“Kami belum tahu ke depannya nanti seperti apa. Tapi orderan yang harus dikerjakan sekarang ya membuat 200-an hazmat setiap dua hari. Jadi kalau bahannya datang kami kerjakan," urainya.

Sementara, terkait ukuran hazmat yang dibuat sudah ditentukan oleh pemkot termasuk bahan yang digunakan.

“Jadi standarnya sudah dari sana, termasuk bahannya dan aksesoris seperti zipper yang anti air,” katanya.

Mula-mula, kain gelondongan dipotong dan dijahit dengan panjang baju setinggi 150 cm dengan ukuran oversized.

“Dibuat oversized agar dapat mudah dipakai, dengan karet pada pinggang yang dapat menyesuaikan bentuk tubuh pemakai,” paparnya.

Menurut Novita, proses menjahit satu stel coverall membutuhkan waktu dua jam mulai dari pemotongan hingga pemasangan accecories.

Kemudian tahapan akhir yang dilakukan yaitu pensterilan coverall. (Mayang Essa)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved