Antisipasi Virus Corona Jawa Timur

Bupati Siap Dialog dengan Warga yang Tolak Rusunawa IAIN Tulungagung untuk Rawat PDP Virus Corona

Warga Desa Plosokandang, Kedungwaru, menolak penggunaan Rusunawa Mahasiswa di IAIN Tulungagung dijadikan sarana penanganan Covid-19

Bupati Siap Dialog dengan Warga yang Tolak Rusunawa IAIN Tulungagung untuk Rawat PDP Virus Corona
david yohanes/surya
Rusunawa mahasiswa milik IAIN Tulungagung yang akan dijadikan tempat perawatan PDP virus corona. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Warga Desa Plosokandang, Kedungwaru, menolak penggunaan Rusunawa Mahasiswa di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung dijadikan sarana penanganan Covid-19. Warga mengaku khawatir karena virus corona dinilai sangat ganas dan cepat menular.

Menanggapi penolakan warga, Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, mengaku siap berdialog dengan warga untuk meredam gejolak.

“Ya ndak apa-apa nanti berdialog,” ucap bupati, saat ditemui di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa.

Menurutnya, lokasi Rusunawa IAIN Tulungagung itu jauh dari perumahan warga.

Karena itu pihaknya akan berupaya meneruskan rencana semula, dengan menjadikan fasilitas kampus ini untuk pasien dalam perawatan (PDP).

Secara khusus untuk para pasien suspect ringan dan sedang.

“Secara medis dan klinis akan dikelaskan. Tapi pada intinya yang dirawat belum belum tentu positif,” ucap Maryoto.

Selain itu, penggunaan Rusunawa IAIN Tullungagung ini juga sebatas cadangan.

Sebab saat ini Pemkab mempunyai dua Puskesmas penyangga RSUD dr Iskak, untuk penanganan pasien dengan gejala mirip virus corona.

Kedua Puskesmas itu adalah Puskesmas Ngantru dan Puskesmas Bangunjaya.

Puskesmas lain, Kalidawir dan Beji masih dalam tahap rencana penjajakan.

“Jadi sekedar cadangan, belum tentu juga akan dipakai. Masih ada Puskesmas “buffer”,” ujar Maryoto.

Sebelumnya Kades Plosokandang, Agus Waluya menyampaikan surat resmi aspirasi warga yang menolak rencana Pemkab Tulungagung itu.

Namun surat itu hanya diterima petugas keamanan, karena kampus sedang tutup sebagai dampak pandemi virus corona.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved