Antisipasi Virus Corona Jawa Timur

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Lapas Lowokwaru Kota Malang Disemprot Disinfektan

Dengan memakai sprayer gendong berkapasitas 18 liter, mereka melakukan penyemprotan ke setiap sudut kamar warga binaan.

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Lapas Lowokwaru Kota Malang Disemprot Disinfektan
Foto Istimewa PMI Kota Malang
PMI Kota Malang saat melakukan penyemprotan disinfektan ke setiap kamar warga binaan Lapas Kelas I Lowokwaru, Kamis (26/3/2020). 

SURYA.co.id | MALANG - PMI Kota Malang lakukan penyemprotan disinfektan di Lapas Kelas I Lowokwaru, untuk mencegah penyebaran virus corona, Kamis (26/3/2020).

Sebanyak 10 personil PMI Kota Malang dengan penjagaan anggota TNI - Polri dan pihak lapas, langsung bergerak ke setiap blok yang ada di dalam lapas.

Dengan memakai sprayer gendong berkapasitas 18 liter, mereka melakukan penyemprotan ke setiap sudut kamar warga binaan.

Komandan Tim Penyemprotan PMI Kota, Muhammad Rifai mengatakan, pihaknya tidak memiliki persiapan khusus dalam melakukan penyemprotan di Lapas Lowokwaru.

"Kalau persiapan khususnya tidak ada, sama dengan kegiatan penyemprotan yang telah kita lakukan sebelumnya. Kita minta kepada pihak lapas, agar area yang akan disemprot haruslah kosong dahulu," ujarnya, Kamis (26/3/2020).

Ia juga menjelaskan usai disemprot, ruangan itu tidak boleh digunakan dahulu selama satu jam.

"Tunggu agar cairan disinfektan meresap dan bereaksi membunuh bakteri dan virus yang ada," tambahnya.

Dirinya menerangkan, area yang dilakukan penyemprotan disinfektan cukup luas yaitu mencapai 5 hektare.

"Meski begitu kita harapkan kegiatan ini selesai dalam waktu satu hari. Dan untuk total berapa liter cairan disinfektan yang digunakan, kita masih belum tahu pastinya. Namun untuk sementara saat ini, kita sudah menghabiskan cairan disinfektan sebanyak 144 liter," jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan Lapas Kelas I Lowokwaru, Sigit Sudarmono mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang telah dilakukan oleh PMI Kota Malang.

"Tentunya kegiatan ini sangat bermafaat sekali bagi pihak lapas. Apalagi disini terdapat sebanyak 3137 warga binaan yang menghuni di 22 blok yang ada di lapas ini," bebernya.

Diharapkan dengan kegiatan ini dapat mencegah penyebaran virus corona di dalam lapas.

"Tentunya selain itu kita juga memantau kesehatan warga binaan secara berkala. Kita sudah memiliki dua dokter umum, satu dokter gigi, dan 6 perawat yang selalu siap siaga," tandasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved