Breaking News:

Berita Jember

Digelar di Tengah Ancaman Corona, Kegiatan Jaranan dan Pernikahan di Jember Dibubarkan Polisi

Pentasan jaranan itu pun bubar. Acara tasyakuran itu sendiri digelar oleh seorang TKI yang baru pulang dari luar negeri.

surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Polisi di Jember terpaksa membubarkan pentas jaranan yang digelar di Tempurejo. 

Tak hanya di Kecamatan Tempurejo, polisi juga membubarkan resepsi pernikahan di Desa Baletbaru, Kecamatan Sukowono.

Polisi mendatangi kegiatan tersebut lalu diberhentikan.

“Tadi sudah disampaikan Muspika, untuk acara pernikahan sementara tidak diizinkan," tambah Kapolsek Sukowono AKP Subagio.

Sedangkan di Desa Purwoasri Kecamatan Gumukmas, seorang warga setempat memilih membatalkan sendiri hajatan khitan yang anak.

Padahal dia sudah mendirikan tenda untuk hajatan tersebut, juga sudah berbelanja makanan.

Pihak Polsek Gumukmas menyarankan kegiatan yang mendatangkan banyak orang itu dihentikan.

Sementara itu, jajaran Polres Jember melakukan patroli skala besar keseluruh tempat hiburan sejenis kafe dan warung yang berada di kota Jember, Selasa (24/3/2020) malam.

Polisi membubarkan pengunjung dan meminta mereka pulang ke rumah masing-masing.

Petugas gabungan menyisir tempat-tempat keramaian seperti kafe, warung kopi dan tempat-tempat lain yang berpotensi dijadikan tempat tongkrongan.

“Kami harus bergerak cepat dalam melakukan pencegahan Covid-19 ini,” ujar Kapolres Jember AKBP Aris Suproyono.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved