Berita Surabaya

Sudah Siapkan Unas 2020, Sekolah di Surabaya Tak Keberatan Unas Ditiadakan

kebijakan dari Mendikbud Unas ditiadakan tetap direspon dengan baik oleh sekolah.

Sudah Siapkan Unas 2020, Sekolah di Surabaya Tak Keberatan Unas Ditiadakan
Kolase Youtube Tribunnews
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (kanan) saat membahas rencana ujian nasional ditiadakan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ujian Nasional (Unas) telah resmi ditiadakan, meski sekolah telah mempersiapkannya sejak akhir 2019. Namun, kebijakan dari Mendikbud ini tetap direspon dengan baik oleh sekolah.

Kepala SMAN 15 Surabaya, Johanes Mardijono, mengungkapkan persiapan UN sebenarnya sudah matang. Seperti siswa yang belajar di rumah selama hampir 3 minggu kegiatan belajar mengajar menggunakan elearning  Quipper, Quizizz, Whatsapp, email dan classroom, hingga menyiapkan handsanitizer untuk setiap ruang labotarorium komputer yang akan dijadikan ruang ujian.

"Tetapi kami tahu dan mengerti dengan situasi sekarang ini yang rentan penyebaran Covid-19, kami mendukung kalau UN ditiadakan,"ujarnya dikonfirmasi SURYA.co.id, Rabu (25/3/2020).

Menurutnya hal ini keputusan yang baik untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Pasalnya sebelum masuk ruangan dan selesai ujian pasti siswa mengadakan kontak sosial dengan teman bahkan guru pengawas yang dari luar sekolah.

Kesempatan sekolah bahkan memancing siswa untuk nongkrong membicarakan banyak hal.

Tidak hanya menyiapkan mapel besok yang mereka hadapi untuk nilai UN yang dijadikan ukuran syarat masuk tes Sekolah Kedinasan dan beberapa PT.

"Saya berharap antara dinas pendidkan dan menteri bisa cepat mengkomunikasikan dan mengintervensi hal ini. Kan masih bisa pakai Nilai Sekolah," ujarnya.

Sementara itu, Abdul Razzaq Thahir, wakil kepala humas SMAN 16 Surabaya menambahkan sekolah telah mendapat instruksi dari Dinas Pendidikan Jatim untuk peniadaan UN.

"Kelulusan ditentukan dari nilai USPBKS (Ujian Satuan Pendidikan Berbasis Komputer dan Smartphone) karena sudah dilaksanakan," imbuh Razzaq.

Berdasarkan instruksi dindik sekolah berhak menentukan bobot nilai USPBKS dalam menentukan kelulusan selain memperhatikan nilai rapor semester satu sampai ebam.

"Misal 60 persen nilai rapor sisanua nilai USPBKS. Bisa juga 70 persen nilai rapor sisanya USPBKS. semuanya tergantung sekolah masing-masing. Masih kami rapatkan," lanjutnya.

Dan penilaian akhir tahun atau hasil evaluasi siswa untuk Kenaikkan kelas dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi sebelumnya, penugasan, test daring atau bentuk asesment jarak jauh lainnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved