Pilwali Blitar 2020

Rekomendasi Turun, Partai Golkar Usung Henry Pradipta Anwar di Pilwali Blitar 2020

DPP Partai Golkar sudah mengeluarkan rekomendasi untuk Cawali di Pilwali Kota Blitar 2020.

Rekomendasi Turun, Partai Golkar Usung Henry Pradipta Anwar di Pilwali Blitar 2020
SURYA.co.id/Samsul Hadi
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Blitar, Ito Tubagus Aditya (kiri), Henry Pradipta Anwar (tengah), dan Ketua DPD Partai Golkar Kota Blitar, Moch Hardi Usodo, foto bersama di acara Rapimcab DPC PPP Kota Blitar beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | BLITAR  - DPP Partai Golkar sudah mengeluarkan rekomendasi untuk calon wali kota (Cawali) Pilwali Kota Blitar 2020.

Partai Golkar memberikan rekomendasi Cawali Pilwali Blitar 2020 kepada Henry Pradipta Anwar.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Blitar, Moch Hardi Usodo mengatakan rekomendasi dari DPP Partai Golkar untuk Pilwali Blitar keluar 21 Maret 2020. Partai Golkar memberikan rekomendasi kepada Henry untuk maju sebagai Cawali di Pilwali Blitar 2020.

"Rekomendasi Partai Golkar di Pilwali Blitar diberikan kepada Henry untuk maju sebagai calon wali kota," kata Dodok, panggilan akrab Moch Hardi Usodo, Rabu (25/3/2020).

Dikatakannya, Partai Golkar juga memberikan surat tugas kepada Henry untuk mencari sosok calon wakil wali kota sendiri di Pilwali Blitar 2020. Dengan catatan, Henry tetap berkomunikasi dengan DPD Partai Golkar Kota Blitar saat memilih calon wakil wali kota.

"Henry juga diberi surat tugas untuk mencari calon wakil wali kota sendiri," ujarnya.

Menurut Dodok, saat ini, Partai Golkar tinggal menunggu rekomendasi dari Partai Demokrat dan PKS. Kedua partai itu sudah berkomitmen berkoalisi dengan Partai Golkar untuk mengusung Henry di Pilwali Blitar 2020.

"Kalau Golkar, Demokrat dan PKS sudah berkomitmen mengusung Henry di Pilwali Blitar. Kami juga menjalin komunikasi dengan partai lain untuk menambah dukungan," katanya.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Blitar, Ito Tubagus Aditya mengatakan Partai Demokrat tetap berkomitmen mengusung Henry di Pilwali Blitar 2020.

Menurutnya, rekomendasi Partai Demokrat baru keluar setelah ada surat penetapan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketum Partai Demokrat dari Kemenkumham.

"Tanda tangan Ketum baru berlaku setelah ada penetapan dari Kemenkumham. Waktunya sekitar 30 hari setelah Kongres. Tapi, kami tetap komitmen mengusung Henry di Pilwali Blitar," katanya.

Seperti diketahui, koalisi tiga partai, yakni, Partai Golkar, Partai Demokrat dan PKS, sejak awal berkomitmen mengusung Henry Pradipta Anwar di Pilwali Blitar 2020.

Koalisi tiga partai itu memiliki lima kursi di DPRD Kota Blitar, cukup untuk mengusung Henry maju di Pilwali Blitar 2020. Rinciannya, Partai Golkar memiliki dua kursi, Partai Demokrat dua kursi, dan PKS memiliki satu kursi.

Menanggapi hal itu, Henry Pradipta Anwar mengucapkan terima kasih kepada Partai Golkar yang telah memberikan rekomendasi kepada dirinya untuk maju sebagai Cawali di Pilwali Blitar 2020.

Menurutnya, rekomendasi dari Partai Golkar merupakan yang pertama diterimanya. Henry juga masih menunggu rekomendasi dari partai lain, seperti PKB, PPP dan PDIP. Sebab, Henry juga mendaftar sebagai Bacawali di sejumlah partai itu.

"Dengan turunnya rekom dari Partai Golkar membuat saya semakin semangat turun ke masyarakat. Tiket maju di Pilwali sudah ada, sekarang tinggal menggencarkan sosialisasi ke masyarakat," katanya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved