Virus Corona di Surabaya

Putus Rantai Penyebaran Virus Corona di Surabaya, Petugas Gabungan Patroli Bubarkan Kerumunan Massa

Petugas gabungan dari Kepolisian Sektor Bubutan Surabaya, TNI dan Satpol PP membubarkan kerumunan warga, Rabu (25/3/2020) siang.

Putus Rantai Penyebaran Virus Corona di Surabaya, Petugas Gabungan Patroli Bubarkan Kerumunan Massa
SURYA.co.id/Febrianto Ramadani
Petugas gabungan membubarkan paksa pengunjung warung kopi di Kawasan Bubutan, Rabu siang (25/3/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Petugas gabungan dari Kepolisian Sektor Bubutan Surabaya, TNI dan Satpol PP membubarkan kerumunan warga, Rabu (25/3/2020) siang.

Mereka diimbau untuk pulang ke rumah masing-masing guna mencegah penyebaran wabah virus Corona (Covid-19) yang masih mewabah di Indonesia.

Sejumlah warga yang yang sedang asyik ngopi di sekitar Jalan Koblen Surabaya, dikejutkan dengan kedatangan aparat gabungan tersebut

Para petugas langsung membubarkan paksa kegiatan masyarakat yang asyik nongkrong sambil menikmati kopi di warung tersebut.

Sesuai dengan maklumat Kapolri dan Wali Kota Surabaya, agar warga diminta tetap berada di dalam rumah, guna mencegah penyebaran wabah virus Corona.

Wakapolsek Bubutan, AKP Muhammad Zainal Arifin mengatakan petugas tidak akan lelah memberikan sosialisasi secara masif agar warga kota Surabaya tetap berada di rumah.

Selama wabah virus corona, lanjutnya, apabila warga menolak atau bahkan melawan petugas saat diberikan imbauan untuk tetap di rumah, petugas tak segan bakal melakukan tindakan tegas, sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

"Di warung-warung kopi ini kami memberikan imbauan untuk melakukan upaya pencegahan virus corona, karena di warkop tempat berkumpulnya masyarakat yang ada di sekitar Surabaya," tuturnya.

AKP Muhammad Zainal menghimbau bagi masyarakat, ketika di warkop memesan makanan setelah dibawa kembali pulang lebih baik berdiam diri di rumah.

"Hari ini kami melakukan himbauan maklumat dan walikota surabaya dengan penyemprotan terhadap warkop-warkop yang ada di bubutan. Yang jelas, apabila masyarakat tidak mematuhi, akan melakukan tindakan sesuai undang-undang yang berlaku," tegasnya.

Sementara itu, Ahmad, salah satu warga mengaku, sudah melakukan himbauan tersebut untuk berdiam diri di rumah. Namun, dirinya datang ke warung hanya untuk sekedar ngopi.

Ahmad tidak tahu apabila ngopi di warung kopi sama halnya berada di pusat keramaian yang rentan penyebaran wabah virus corona.

"Cuma ngopi aja mas. Iya dibilang takut. Juga bisa dibilang enggak. Ya pengen ngopi aja. Soalnya ga ada warung yang buka pak di rumah, toko sudah pada tutup, ini mau pulang pak," keluhnya.

Selain membubarkan paksa warga yang berkumpul di pusat keramaian, petugas Kecamatan Bubutan Surabaya, juga melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah warung kopi yang ada di kawasan tersebut.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved