Surabaya Antisipasi Corona

Pedagang Wisata Sunan Ampel Surabaya Mengaku Sepi sejak Kawasan Wisata Religi Ditutup

Penutupan wisata religi Makam Sunan Ampel Surabaya berdampak pada sepinya pedagang diad Saiful pedagang di kawasan tersebut.

Pedagang Wisata Sunan Ampel Surabaya Mengaku Sepi sejak Kawasan Wisata Religi Ditutup
surya.co.id/tony hermawan
Kawasan pusat pedagang area Sunan Ampel Surabaya lengang pada Rabu (25/3/2020). Kondisi ini diakui sejak kawasan wisata religi ditutup untuk sementara waktu terkai cegah penyebaran corona. 

SURYA.CO.ID| SURABAYA - Penutupan wisata religi Makam Sunan Ampel Surabaya berdampak pada sepinya pedagang di kawasan tersebut.

Ahmad Saiful, seorang pedagang mengaku daganganya sepi sejak dua minggu lalu.

 Terlebih pada kondisi sekarang. Saat kawasan Makam Sunan Ampel ditutup hingga 14 hari ke depan.

"Sepi dari kemarin saya dapat cuma Rp 100 ribu. Kalau sebelum ada corona-corona ini ya bisa dapat sampai Rp 1 juta," kata dia saat ditemui di lokasi, Rabu (25/3/2020).

 Hal sama juga dikatakan oleh Ansori penjual tasbih. 

 Menurutnya,sebelum virus corona merebak, banyak rombongan bus datang dari wilayah mana saja.

Dengan begitu, dagangannya juga kerap jadi jujukan pengunjung.

 "Biasa tasbih bisa laku 20 tapi hari ini malah belum dapat pembeli," ucap dia.

Dikatakan mereka, saat ini terlihat yang berkunjung hanya rombongan kecil. Mereka pun tak bisa mengharap banyak dari pengunjung itu.

"Paling mereka datang 1 elf itu paling banyak. Lainnya yang datang perorangan saja," ucap mereka.

Dalam kondisi tersebut, keduanya berharap agar wabah virus segera mereda.

Sehingga tempat tersebut dapat kembali lagi dibuka dan dipadati lagi para jamaah.

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved