Pilwali Surabaya 2020

Machfud Arifin Masih Buka Peluang PDIP Bergabung Dalam Koalisinya di Pilwali Surabaya 2020

Walaupun dapat mengusung calon sendiri tanpa adanya koalisi, PDI Perjuangan menurut Machfud masih terbuka untuk berkoalisi dengan pihaknya.

Machfud Arifin Masih Buka Peluang PDIP Bergabung Dalam Koalisinya di Pilwali Surabaya 2020
bobby constantine koloway/surya
Bakal Calon Walikota Surabaya, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin ketika ditemui di Surabaya, Senin (23/3/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bakal Calon Walikota Surabaya, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin menyampaikan kemungkinan arah koalisi di Pilkada Surabaya. Sekalipun telah memiliki dukungan dari tujuh partai politik, Machfud masih optimistis menambah jumlah dukungan.

Termasuk dari partai pemenang di Surabaya, PDI Perjuangan. Walaupun dapat mengusung calon sendiri tanpa adanya koalisi, PDI Perjuangan menurut Machfud masih terbuka untuk berkoalisi dengan pihaknya.

"Mau head to head atau berkoalisi (dengan PDI Perjuangan) semua bisa saja. Semua kemungkinan masih bisa," kata Machfud ketika dikonfirmasi di Surabaya.

Machfud yang juga mantan Kapolda Jatim ini menegaskan bahwa pihaknya mengedepankan kebersamaan dalam membangun Surabaya. Termasuk, dengan menyusun koalisi bersama lintas partai politik.

Sekalipun telah memiliki dukungan mayoritas partai (tujuh partai) dan mayoritas kursi (26 kursi), Machfud masih berharap PDI Perjuangan bisa bergabung dengannya. "Namanya membangun Surabaya, kami tak bisa sendiri," kata Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pemilu 2019 lalu.

Sayang, selama proses penjaringan di PDI Perjuangan beberapa waktu lalu, nama Machfud tak terlihat dalam daftar calon yang mendaftar. Menurut Machfud, pihaknya masih tetap menjalin komunikasi dengan para elit partai berlambang kepala banteng ini.

"Namanya komunikasi kan macam-macam. Kami sudah komunikasi dengan kawan-kawan PDI Perjuangan," katanya tanpa menyebutkan nama elit PDI Perjuangan yang ia maksud.

Kemungkinan adanya hanya dua pasangan calon di Surabaya cukup terbuka. Sebab, sudah ada tujuh partai politik yang mendukung mantan Kapolda Jatim ini.

"Kami semakin yakin dan mantap. Dengan bergabungnya Golkar sebagai pengusung, menjadikan tim kami lebih semangat dan solid mengantarkan Pak MA (Machfud Arifin) menjadi Walikota," kata Ketua Tim Pemenangan MA, Miratul Mukminin atau yang akrab disapa Gus Amik kepada Surya.co.id di Surabaya.

Apalagi, dengan didukung mayoritas partai (26 kursi dari 50 kursi) di DPRD Surabaya yang dinilai sebagai representasi mayoritas masyarakat Surabaya. "Koalisi ini memberikan representasi potensi rakyat yang membutuhkan figur Pak MA menuju Surabaya lebih maju memang lebih banyak," kata Gus Amik menambahkan.

Tujuh partai politik memang telah merapat ke kubu MA. Di antaranya adalah PKB (5 kursi), Gerindra (5 kursi), Golkar (5 kursi), Demokrat (4 kursi), NasDem (3 kursi), PAN (3 kursi), dan PPP (1 kursi).

Praktis, tinggal PDI Perjuangan (15 kursi), PKS (5 kursi), dan PSI (4 kursi) yang belum memberikan dukungan. Besar kemungkinan, PDI Perjuangan yang juga menjadi pemenang di tiga pilkada sebelumnya akan menyiapkan penantang berat bagi MA di Surabaya.

Selain poros MA dan PDI Perjuangan, memang masih ada peluang poros dari calon perorangan (independen) di Surabaya. Saat ini, sudah ada pasangan M Yasin dan Gunawan yang telah memasuki verifikasi administrasi untuk jalur perorangan. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved