Jatim Antisipasi Corona

KRONOLOGI Kepala Sekolah di Sampang Madura Diperiksa Polisi terkait Berita Hoax Covid-19

Mohammad Suhri, oknum Kepala SD, pelaku penyebar berita bohong, yang menyatakan warga terjangkit virus corona, saat diperiksa di Polsek Pademawu.

KRONOLOGI Kepala Sekolah di Sampang Madura Diperiksa Polisi terkait Berita Hoax Covid-19
surya.co.id/muchsin
Mohammad Suhri, oknum Kepala SD, pelaku penyebar berita bohong, yang menyatakan warga terjangkit virus corona, saat diperiksa di Polsek Pademawu. 

SURYA.co.id | PAMEKASAN – Gara-gara menyebarkan berita bohong (hoax) terkait virus corona atau Covid-19, seorang kepala sekolah di Kematan Omben, Sampang, Muhammad Suhri (58), diperiksa di Polsek Pademawu, Pamekasan, Rabu (25/3/2020).

Warga Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, saat ini diperiksa sebagai saksi, setelah ia menyebutkan warga Desa Lemper, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, positif corona dan dirawat inap RSUD Slamet Martodirjo, Pamekasan.

Pesan suara yang direkam sendiri dan disebarkan via WA ke teman-teman guru dan kepala sekolah (kasek) di Wilayah Kerja (Wilker) Omben, Sampang itu membuat panik warga Pamekasan.

Sebab Suhri juga meminta hati-hati kepada seluruh ASN Sampang dan menyarankan warga Pamekasan, tidak datang ke desa yang disebut.

Direktur RSUD Pamekasan, dr Farid Anwar, kepada Tribunjatim.com (grup surya.co.id), Selasa (24/3/2020) malam, sebelum pelaku didatangi polisi, menegaskan bahwa berita itu hoax dan sudah disampaikan ke Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan, saat rapat.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Pademawu, Ipda Suyanto, di sela-sela pemeriksaan Suhri mengatakan, pelaku penyebar hoax itu, awalnya mendapat telepon dari salah seorang perangkat desa Pademawu Barat.

Penelepon diakuinya mengatakan ada warga Lemper terjangkit virus corona. Kemudian, pelaku konfirmasi ke grup WA Pademawu, yang di dalam grup itu, terdapat kepala desa (Kades) Lemper.

Namun, pertanyaan pelaku itu dikomentari orang lain, menyatakan yang terjangkit sedang diisolasi di RSUD Slamet Martodirjo, Pamekasan.

Selanjutnya pelaku merekam suaranya dan menyebarkannya, sehingga berita itu menyebar dan viral.

Setelah ditelusuri berita itu dan mendatangi kades Lemper, ternyata berita itu bohong.

Halaman
12
Penulis: Muchsin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved