Berita Sidoarjo

Karena Corona, Pasar Malam di Sidoarjo Menjadi Sunyi

Sejak Corona merebak, Nyowor bersama 5 temannya tidak lagi mengoperasikan wahana, melainkan hanya menjaga karena yang sudah terlanjur terpasang.

Karena Corona, Pasar Malam di Sidoarjo Menjadi Sunyi
surabaya.tribunnews.com/tony hermawan
Kondisi pasar malam dadakan di Sukodono Sidoarjo yang terpukul oleh merebaknya virus corona. 

Pasar Malam identik dengan lampu gemerlap, keceriaan, dan tawa para bocah. Namun itu tak ada lagi sejak wabah corona menyebar kian luas. Pasar malam menjadi sunyi. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Merebaknya wabah virus corona (Covid-19) memberikan dampak luar biasa terhadap kondisi bisnis dan perekonomian, mulai dari kelas yang paling kecil hingga sektor industri kelas kakap. 

Segala profesi mulai dari sopir bus, pengemudi ojek, penjaga tempat makam keramat, pedagang pasar mengeluhkan pendapatan mereka berkurang.

Tak terkecuali bagi Nyowor (41). Pria yang kesehariannya sebagai karyawan operator wahana pasar malam dadakan.

Sudah satu minggu lebih, wahana yang saat ini menetap di kawasan Raya Panjunan, Sukodono, Sidoarjo dipaksa tutup.

"Perintah Polsek Sukodono nyuruh tutup gara-gara corona," kata dia saat ditemui di lokasi, Rabu (25/3/2020).

Sejak itu pula, ia bersama 5 temannya tidak lagi mengoperasikan wahana, melainkan hanya menjaga karena yang sudah terlanjur terpasang.

"Kalau di sini hampir 3 minggu, tapi sebelum ditutup pengunjung juga mulai sepi," ujar dia.

Dengan kondisi itu, ia pun tak bisa mengharap hasil lebih pada bulan ini. Dirinya bersama 5 orang temannya hanya mengandalkan uang Rp 30 ribu per hari dari jatah pemilik wahana.

"Kalau kami ini persenan. Misal sehari dapat Rp 1,5 juta, 25 persen adalah jatah kami. Ditambah uang makan Rp 30 ribu. Kalau gini ya cuma dapat uang makan saja," jelas dia.

Diceritakan pula oleh dia, saat ini pemilik maupun penjaga tak bisa berbuat banyak. Berpindah tempat pun pasti ada maklumat larangan tempat keramaian.

Selain hanya menjaga wahana, ia bersama temannya hanya bisa merawat

trampolin, kereta coaster, kursi putar, kincir angin, perahu colombus, perahu ayun, kuda putar, dan rumah balon.

"Ya semoga virus segera mereda biar kami juga kami bisa bekerja lagi," pungkas dia.

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved