Berita Surabaya

KABAR BAIK Denda Pajak Kendaraan Bermotor Dibebaskan Karena Wabah Virus Corona, Perhatikan Jadwalnya

Kabar baik bagi masyarakat tentang denda pajak kendaraan bermotor dibebaskan Pemprov Jatim di tengah wabah virus corona ( COVID-19) di Jawa Timur.

KABAR BAIK Denda Pajak Kendaraan Bermotor Dibebaskan Karena Wabah Virus Corona, Perhatikan Jadwalnya
surya.co.id/ahmad zaimul haq
ILUStRASI. KABAR BAIK Denda Pajak Kendaraan Bermotor Dibebaskan Karena Wabah Virus Corona, Perhatikan Jadwalnya 

SURyA.co.id | SURABAYA - Kabar baik bagi masyarakat tentang denda pajak kendaraan bermotor dibebaskan Pemprov Jatim di tengah wabah virus corona ( COVID-19) melanda Jawa Timur.

Seperti diketahui, kurang lebih sudah dua pekan ini, wabah COVID-19 melanda Indonesia, khususnya Jawa Timur.

Pembebasan denda pajak kendaraan bermotor itu sebagai situasi darurat yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. 

Menurut Direktur Ditlantas Polda Jatim Kombes Pol Budi Indra Dermawan, keputusan itu akan berlaku tahun ini setelah membicarakannya dengan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur, Senin (23/3/2020) kemarin.

Namun patut dipahami, bahwa keputusan ini hanya berlaku selama adanya status darurat bencana pagebluk COVID-19.

"Kemarin Kepala Bapenda Jatim menyampaikan, tidak ada denda pajak, walaupun terlambat," katanya, Rabu (25/3/2020).

Budi menerangkan, sejak Senin (23/3/2020) sejumlah layanan Ditlantas Polda Jatim ditutup untuk sementara waktu.

Tercatat 164 Pelayanan Unggulan Samsat, ditutup. Mulai dari Samsat Drive Thru, Samsat Payment Point, Samsat Corner, dan Samsat keliling.

Rencananya sejak Senin (23/3/2020) kemarin, hingga Rabu (29/4/2020) mendatang.

Namun lama waktu itu bisa saja diperpanjang tergantung situasi terbaru mengenai pagebluk ini.

Kendati demikian, masyarakat masih bisa menunaikan kewajiban pembayaran pajak di 46 kantor samsat induk, dan 12 gerai samsat drive thru.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur Boedi Prijo Soeprajitno memastikan penetapan aturan baru ini dalam keadaan darurat ini tidak berpengaruh pada pendapatan pajak kendaraan bermotor.

Dalam triwulan pertama 2020, Boedi memastikan pendapatan pajak kendaraan bermotor ternyata telah mencapai 22 persen, dan melampaui target yang ditentukan yakni 15 persen.

"Meksipun kondisi saat ini ada wabah Virus Corona, capaian pada triwulan pertama melebihi target 15 persen dan sudah mencapai 22 persen," tutur Boedi pada awak media di Gedung Negara Grahadi.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved