Jatim Antisipasi Corona

Hikmah Wabah Corona bagi Petani Magetan, Puluhan Pohon Jambu Biji Milik Parlan Ludes Diborong Warga

Parlan, pemilik kebun jambu biji di Desa Truneng, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, salah satu petani yang mendapat berkah di balik wabah corona.

Hikmah Wabah Corona bagi Petani Magetan, Puluhan Pohon Jambu Biji Milik Parlan Ludes Diborong Warga
surya.co.id/doni prasetyo
HIKMAH - Parlan, pemilik kebun jambu biji warga Desa Truneng, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, salah satu petani yang menerima hikmah di balik musibah corona, karena puluhan pohon jambu bijinya ludes diborong warga kurang dari sepekan. 

SURYA.co.id | MAGETAN - Pepatah di balik musibah ada hikmah ternyata diyakini petani jambu biji di Magetan.

Petani yang mendapat berkah tersebut, Parlan, warga Desa Truneng, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan.

Di tengah  masyarakat  larut dalam musibah corona virus disease atau Covid 19,  petani jambu biji ini justru mendapat berkah, karena tanaman buahnya yang salama ini sepi peminat, tiba tiba di serbu warga, bahkan dari luar daerah.

"Sejak tim peneliti Universitas Indonesia (UI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengumumkan jambu biji bisa menjadi antivirus corona. Jambu biji di kebun saya yang jumlah puluhan pohon, tidak sampai seminggu habis," katanya. 

Parlan mengaku, sebelum jambu bijinya banyak  diburu, warga mencari empon-empon (rempah rempahan) seperti jahe merah, jahe kuning, kunyit, temu lawak dan umbi umbian lain sebagai penangkal pandemi virus corona.

"Tapi sejak viral pernyataan ahli itu, jambu biji saya dalam sekejap ludes diborong warga. Padahal sebelum ramai serbuan virus corona itu, satu pohon, seminggu tidak habis,"kata pemilik taman agro wisata di Desa Truneng, Magetan ini.

Dijelaskan Parlan, pohon jambu biji yang ditanam dan dimiliki di kebun agro wisata miliknya itu jenis pohon jambu bijilokal. Walau buahnya relatif tidak sebesar buah jambu biji impor, tapi rasa dan kandungan vitaminnya tidak kalah dengan jambu biji impor.

"Wujudnya memang tidak begitu besar, tapi merah, manis, maksud saya manis jambu biji. Yang penting kandungan vitaminnya lebih tinggi. Selain itu, bijinya juga tidak begitu banyak. Tidak seperti jambu klutuk, yang warna buahnya kuning, isinya banyak," jelas Parlan.

Sebelum pandemi Covid 19, lanjut Parlan, buah jambu bijinya dalam sehari hanya laku 5 kilogram - 10 kilogram.

Tapi sejak serangan virus yang berasal dari China itu, dalam seminggu, buah jambu biji di kebunnya ludes.

"Kalau kenaikkan dan omzet, saya tidak bisa menyebutkan. Yang jelas kenaikkannya berlipat-lipat, jauh dari sebelum pandemi Covid 19," kata Parlan.

Semenjak tim peneliti UI dan IPB menyebutkan, jambu biji bisa jadi antivirus corona, keberadaannya diburu warga yang menginginkan tubuh sehat.

Menurut tim ahli, jambu biji ini memiliki golongan senyawa itu, diantaranya hesperidin, rhamnetin, kaempferol, kuersetin dan myricetin yang terkandung dalam jambu biji (daging buah merah muda), kulit jeruk, dan daun kelor.

"Hasil skrining terhadap ratusan protein dan ribuan senyawa herbal terkait mekanisme kerja virus. Ternyata diperoleh beberapa golongan senyawa berpotensi menghambat dan mencegah virus SARS-CoV-2 (virus corona), yaitu adanya di jambu biji," katanya.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved