Antisipasi Virus Corona Jawa Timur

Hadapi Virus Corona, Pemkab Nganjuk Siapkan Anggaran Rp 19,3 Miliar dan Dua RSUD

RSUD Nganjuk telah disiapkan 8 ruang isolasi dan di RSUD Kertosono ada 30 ruang isolasi bagi penderita virus corona.

Hadapi Virus Corona, Pemkab Nganjuk Siapkan Anggaran Rp 19,3 Miliar dan Dua RSUD
surya.co.id/ahmad amru muis
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat (kiri) saat meninjau ruang isolasi di RSUD Kertosono Nganjuk yang dipersiapkan untuk penderita virus corona. 

SURYA.co.id | NGANJUK - Pemkab Nganjuk mengalolasikan anggaran mencapai Rp 19,3 miliar untuk pengadaan hadapi virus corona (Covid-19).

Anggaran tersebut diambilkan dari anggaran daerah dan dari berbagai sumber.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengatakan, anggaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk pengadaan kebutuhan barang dalam menghadapi virus corona.

Yakni sebesar Rp 6,29 miliar untuk RSUD Nganjuk, Rp 6,51 miliar untuk RSUD Kertosono dan Rp 6,5 miliar untuk Dinas Kesehatan.

"Kami telah menyiapkan dua rumah sakit milik daerah untuk menghadapi penyebaran virus corona. Dan Dinkes akan menyiapkan fasilitas pendukung kegiatan medis dalam penanganan pasien virus corona dan upaya pencegahan," kata Novi Rahman Hidhayat, Rabu (25/3/2020).

Saat ini, menurut Mas Novi, panggilan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat, dari dua rumah sakit milik daerah tersebut setidaknya telah disiapkan sekitar 38 ruang isolasi dalam mengantisipasi kondisi terburuk.

Di mana untuk RSUD Nganjuk telah disiapkan 8 ruang isolasi dan di RSUD Kertosono ada 30 ruang isolasi bagi penderita virus corona.

"Meski telah menyiapkan ruang isolasi, kami senantiasa berharap tidak ada warga Nganjuk yang tertular virus corona sehingga ruang isolasi tidak digunakan," ucap Mas Novi.

Memang, diakui Mas Novi, berbagai langkah dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona di Kabupaten Nganjuk telah dilakukan saat ini.
Mulai dari meliburkan sekolah, menutup seluruh taman kota dan obyek wisata, dan sebagainya yang berpotensi menjadi tempat berkumpul warga.
Di samping itu, pihaknya telah meminta seluruh tempat hiburan, cafe, ditutup sementara.

Termasuk mensosialisasikan penundaan kegiatan masyarakat yang mendatangkan massa dalam jumlah banyak.

"Dan kami telah meminta Satpol PP, Polri, dan TNI melaksanakan instruksi kami dalam rangka waspada virus corona. Silahkan ambil tindakan tegas seperlunya sesuai aturan apabila ada yang membandel," ujar Mas Novi.

Sedangkan untuk penyemprotan disinfektan, tambah Mas Novi, akan terus dilakukan terurama di tempat umum dan berkumpulnya warga.

Di antaranya di pasar-pasar, terminal, stasiun, fasilitas umum lainnya.
Di samping itu, tempat ibadah sepeti Masjid, Pura, Klenteng, dan lainnya juga menjadi target penyemprotan disinfektan.

"Kegiatan penyemprotan cairan disinfektan akan terus dilakukan sampai penyebaran virus corona dinyatakan selesai," tutur Mas Novi.

Sementara itu, hingga hari ini di Kabupaten Nganjuk ada 9 warga masuk orang dalam pemantauan (ODP) dan 2 orang masuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan belum ada warga penderita positif corona.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved