Sambang Kampung

Bikin Nyaman Wisatawan, Ini Upaya Warga Kampung Lawang Seketeng

Sejak diresmikan sebagai kampung wisata pada 2019 lalu, Kampung Lawang Seketeng banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Ini cara mereka mempertahankan

Bikin Nyaman Wisatawan, Ini Upaya Warga Kampung Lawang Seketeng
surabaya.tribunnews.com/sugiharto
Warga menunjukkan sebuah rumah lawas di Kampung Lawang Seketeng, Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejak diresmikan sebagai kampung wisata pada 2019 lalu, Kampung Lawang Seketeng banyak dikunjungi oleh para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Oleh karena itu, warga kampung menggalakkan upaya untuk memberi kenyamanan pengunjung yang datang. Di antaranya menerapkan paket wisata.

"Kami menyediakan paket Rp 250 ribu, kami beri cashback Rp 100 ribu berupa kupon wisata. Di sini ada beragam kuliner lawas, mulai dari rujak tolet, lontong kikil, sampai ayam udun," ungkap Moch Machmud Arifin, ketua kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kampung Lawang Seketeng, Rabu (25/3/2020).

Selain itu, juga ada paket khusus mahasiswa atau pelajar yakni Rp 15 ribu dengan cashback Rp 10 ribu berupa voucher kuliner, serta tawaran paket lainnya.

"Ini sedang dalam tahap uji coba. Banyak dari masyarakat yang belum mengenal Lawang Seketeng," katanya.

Machmud melanjutkan, ada banyak opsi destinasi yang ditawarkan. Ada rumah kuno, langgar, makam, sampai lukisan dan barang-barang kuno yang antik.

"Selain memperkenalkan kawasan heritage, kami ingin pengunjung turut mencicipi kuliner yang ada di sini," katanya.

Warga pun giat menjaga kawasan kampung dengan berbagai upaya. Ketua RW 15 Lawang Seketeng, Purwantono, mengatakan, sudah dilakukan beberapa renovasi oleh Pemerintah Kota Surabaya.

"Paling awal, kami mengajak warga untuk menjaga kerapian, keteraturan, dan kebersihan. Sudah ada renovasi dari Pemkot Surabaya, ini harus dijaga bersama. Termasuk Langgar Dukur yang menjadi ikon. Semoga nantinya kampung ini menjadi lebih baik," ia menguraikan.

Ke depan, lanjut Lenny Poerwaningsih, humas Pokdarwis, akan ada penambahan fasilitas di kampung.

"Kami berencana membuat denah sebagai penunjuk arah. Supaya pengunjung tahu di mana masing-masing destinasi. Selain itu juga akan penambahan tempat cuci tangan," tandasnya.

Adi Candra, Tim Motivator Lingkungan dan Penyuluh Lingkungan Hidup Sub Bagian Pemberdayaan Masyarakat DKRTH Kota Surabaya, berharap warga terus bisa bahu membahu.

"Supaya tetap kompak menjaga kualitas lingkungan dan potensi kampung. Gerakan ini sangat mendorong ekonomi kreatif. Warga sendiri yang nantinya akan merasakan manfaatnya secara berkelanjutan," urainya.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved