Sambang Kampung

Berjalan Menyusuri Sejarah di Kampung Lawang Seketeng Surabaya

Ingin belajar sejarah? Tak ada salahnya mengunjungi kawasan heritage Kampung Lawang Seketeng RW 15 Kelurahan Peneleh Kecamatan Genteng Surabaya.

Berjalan Menyusuri Sejarah di Kampung Lawang Seketeng Surabaya
surabaya.tribunnews.com/sugiharto
Warga menunjukkan sebuah rumah lawas di Kampung Lawang Seketeng, Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ingin belajar sejarah? Tak ada salahnya mengunjungi kawasan heritage Kampung Lawang Seketeng RW 15 Kelurahan Peneleh Kecamatan Genteng Surabaya.

Begitu memasuki kawasan ini, pengunjung akan disambut lukisan mural pada tembok kampung. Lukisan tersebut menggambarkan karakteristik Lawang Seketeng, seperti kue kacamata, belimbing wuluh, serta sate manggul.

"Di sini sering sekali dibuat tempat foto, telah ada sejak 2019 lalu," ungkap Lenny Poerwaningsih, humas kelompok sadar wisata (pokdarwis) Kampung Lawang Seketeng, Rabu (25/3/2020).

Tak jauh dari sana, terdapat pipa saluran air (noolbuis) dengan material tanah liat yang dipanaskan (greisbuis) yang merupakan peninggalan Belanda.

"Terakota ini ditemukan pada 2019 kemarin setelah dilakukan pavingisasi. Sebenarnya jumlahnya sangat banyak. Sayangnya, kalau dibuka semua akan mengganggu jalan kampung. Akhirnya kami buka satu sebagai ikon," kata Arief Wicaksono, ketua RT 4 RW 15 Kampung Lawang Seketeng.

Masuk lebih dalam, pengunjung akan menemukan berbagai peninggalan sejarah yang masih terawat dengan baik.

Mulai dari makam para pemuka agama, bangunan-bangunan khas Belanda, benda-benda kuno, sampai peninggalan-peninggalan dari presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno.

Semuanya tersebar di berbagai titik di sepanjang kampung, banyak di antaranya yang disimpan di rumah-rumah warga. Salah satunya lukisan yang diklaim merupakan buah tangan Bung Karno.

"Dulu, ayah saya merupakan ajudan Bung Karno. Keluarga kami diberi lukisan yang merupakan karya dari beliau. Menurut saya ini potret Dewi Soekarno," kaya Septaria Suxmi Kendarwati, pemilik lukisan.

Tak hanya lukisan, rumah yang kini ia tinggali pernah juga disinggahi oleh Bung Karno serta rekan-rekannya untuk merapatkan perjuangan.

Halaman
12
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved