Berita Sidoarjo

Warga Kletek Sidoarjo Protes Lurah Terkait Bau Tak Sedap Dari Pabrik Pengolahan Bulu Ayam

warga kelurahan Kletek, Kecamatan Taman, kabupaten Sidoarjo memprotes keberadaan pabrik pengolahan bulu ayam yang menimbulkan bau tak sedap

Warga Kletek Sidoarjo Protes Lurah Terkait Bau Tak Sedap Dari Pabrik Pengolahan Bulu Ayam
surabaya.tribunnews.com/tony hermawan
Warga Kelurahan Kletek, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo melakukan protes terhadap keberadaan pabrik pengolahan bulu ayam yang menimbulkan bau tak sedap. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Sejumlah warga kelurahan Kletek, Kecamatan Taman, kabupaten Sidoarjo melakukan aksi protes di depan Kantor Kelurahan, Selasa (24/3/2020).

Mereka meminta lurah untuk menertibkan pabrik pengolahan bulu ayam di lingkungan mereka yang menimbulkan bau tak sedap. 

Zakaria Affandi, warga Kletek RT 8 RW 04 mengatakan, pabrik tersebut sebenarnya sudah berdiri sejak 20 tahun lalu.

Semula pabrik tersebut berdiri dengan berskala home industri, tetapi tahun 2016, tempat itu berubah menjadi lebih besar dalam hal produksi.

"Tambah besar polusinya pun makin berdampak. Terutama bau busuk ketika bahan baku bulu ayam basah dikeringkan dengan oven," ucapnya.

Selain itu, bekas pencucian bulu ayam dari pasar juga menyebabkan sungai tercemar. 

"Dari itu kan air sungai jadi merah dan berbau amis. Lalu abu bahan bakar oven dari batu bara dibuang ke tanah kan jadi meracuni sumber air," imbuhnya.

Katanya, sejak lama warga meminta instansi terkait turun tangan. Namun warga hingga kini belum mendapatkan solusi dari permasalahan tersebut.

"Berulang-ulang kami sudah menyurati di Instansi terkait, tapi gak ada respon. Ya ini bentuk luapan kami dengan melakukan aksi," jelasnya.

Dari hasil aksi tersebut, ia bersama warga berhasil menemui Lurah setempat. Namun menurutnya, kepala desa tidak bisa mengawal terkait tuntutan warga.

"Tadi hasilnya cuma disuruh melanjutkan tapi tidak ada tindakan tegas untuk pabrik dari pak lurah terkait keluhan kami," pungkasnya.

Yusuf, salah satu warga melaporkan, saat ini kondisi pabrik sudah ditutup dan polisi setempat menyengel pabrik tersebut dengan police line.

"Kalau ditutup sebenarnya sudah berkali-kali jadi ya kami gak percaya, wong sore tadi malah mereka datangkan bahan," pungkas dia.

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved