Pemprov Jatim

UPDATE Kasus Positif Covid-19 di Jatim hingga Selasa 24 Maret, Dua Meninggal di Malang dan Surabaya

Gubernur Khofifah Indar Parawansa memberikan keterangan pers di Grahadi terkait perkembangan pasien covid-19, Selasa (23/3/2020).

UPDATE Kasus Positif Covid-19 di Jatim hingga Selasa 24 Maret, Dua Meninggal di Malang dan Surabaya
surya.co.id/sugiharto
Gubernur Khofifah Indar Parawansa memberikan keterangan pers di Grahadi terkait perkembangan pasien covid-19, Selasa (23/3/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kasus covid-19 di Jawa Timur kembali bertambah. Per hari ini, Selasa (24/3/2020), total 10 kasus tambahan untuk covid-19 positif.

Sehingga sampai malam ini ada  51 kasus positif covid-19 di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut dua orang di antaranya meninggal dunia. 

 “Sesuai dengan pengunuman pemerintah pusat, Jatim  hari ini ini terkonfirmasi ada tambahan 10 positif covid-19,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Selasa  (24/3/2020).

“Dari tambahan sepuluh kasus positif corona tersebut tersebar 5 di Magetan, 2 di Surabaya, 2 di Sidoarjo, 1 Kota Malang. Dengan tambahan 10 positif ini total di Jatim ada sejumlah 51,” imbuh Khofifah.

Selain tambahan kasus positif covid-19, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada tambahan menjadi 142 orang dan Orang Dalam Pengawasan (ODP) bertambah menjadi 2003 orang.

Data tersebut merupakan data update yang dilakukan hingga sore ini pukul 16.00 WIB.

 “Berikutnya saya ingin sampaikan juga dari data ini ada dua pasien yang meninggal. Satu di Malang satu di Surabaya,” kata Khofifah. 

Lebih lanjut disampaikan Khofifah bahwa ada peningkatan jumlah ODP dan PDP hal tersebut karena adanya penamambahan kasus dari tracing yang dilakukan secara cepat oleh Gugus Tugas Jatim. 

Dikatakan Khofifah bahwa tidak semua ODP covid-19 tidak dirawat di rumah sakit. Melainkan ada yang melakukan isolasi secara mandiri. Sedangkan yang PDP mereka sebagian besar dirawat di rumah sakit yang tersebar di Jawa Timur.

 Terkait orang terkonfirmasi positif covid-19 yang meninggal dunia, dikatakan Ketua Gugus Tugas Kuratif Jatim Joni Wahyuhadi bahwa semuanya di atas 50 tahun.

 “Kasus orang yang positif covid-19 dan meninggal dunia biasanya cepat meninggalnya karena ada sesuatu yang mendasari,” kata Joni.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved