Antisipasi Virus Corona Jawa Timur

Upaya Cegah Penyebaran Virus Corona, Semua Tempat Ibadah di Kota Kediri Sementara Akan Ditutup

Masyarakat di Kota Kediri diminta beribadah di rumah masing-masing dan untuk sementara waktu, karena semua tempat ibadah ditutup

SURYA.co.id/Didik Mashudi
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar bersama Kapolres Kediri Kota dan tokoh ulama membahas penutupan sementara tempat ibadah di Kota Kediri. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar kembali mengeluarkan Surat Edaran untuk masyarakat Kota Kediri. Surat edaran ini berkaitan dengan upaya penanganan penyebaran virus Corona.

Salah satu poin utamanya meminta masyarakat beribadah di rumah masing-masing dan untuk sementara waktu semua tempat ibadah untuk ditutup.

Surat Edaran Nomor 443.2/095/419.012/2020 dibuat setelah Wali Kota Kediri menggelar rapat bersama dengan Polres Kediri Kota, Kodim 0809 Kediri, Majelis Ulama Indonesia, Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Balai Kota Kediri, Senin (23/3/2020) kemarin.

“Saya minta tolong kepada tokoh-tokoh agama untuk membantu memerintahkan kepada masyarakat agar berdiam diri di rumah,” tegas Mas Abu, sapaan akrabnya.

Mas Abu meminta agar sesaat sebelum adzan, masjid dan musala melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pencegahan penyebaran virus corona agar masyarakat lebih waspada terhadap penyebaran virus corona.

Untuk selanjutnya Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri pada Selasa (24/3/2020) ini, mulai melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat ibadah.

“Nanti saya akan buat video bagaimana cara membuat disinfektan. Saya berharap masyarakat bisa membuat sendiri dan bisa melakukan penyemprotan secara mandiri,” harapnya.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Miko Indrayana mengatakan dengan melibatkan tokoh agama diharapkan masyarakat akan lebih waspada dalam menghadapi penyebaran virus corona.

“Mau tidak mau ini harus dihadapi. Paling penting kita harus siapkan masyarakat kita dan tokoh agama yang dianggap panutan oleh masyarakat. Untuk kegiatan di pondok yang melibatkan orang banyak untuk di-keep dulu,” ungkapnya.

Sementara Komandan Kodim 0809, Letkol Kav Dwi Agung juga siap untuk bersinergi bersama Pemkot Kediri, kepolisian dan tokoh agama untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana cara memutus penyebaran virus corona dengan menjaga jarak.

"Kami bersama kepolisian dan Satpol PP akan keliling untuk menyampaikan masyarakat untuk tidak berkumpul. Tidak ada lagi yang duduk ngobrol menghabiskan waktu sia-sia," jelasnya.

Dandim juga mengemukakan, di Kediri Kota masih nol tapi kita harus terus sampaikan kepada masyarakat untuk jaga jarak guna mencegah penularan.

Sedangkan Pengasuh Ponpes Lirboyo, KH Abdullah Kafabihi Mahrus menyatakan menyetujui penutupan sementara tempat ibadah.

"Namun saya juga meminta Pemkot Kediri melarang orang nongkrong, agar berimbang," ungkapnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved