Jatim Antisipasi Corona

Upaya Cegah Penyebaran Virus Corona, Puluhan Ponpes di Kabupaten Jember Disemprot Disinfektan

Sebanyak 35 pondok pesantren di Kabupaten Jember disemprot disinfektan oleh Pemprov Jatim, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) .

Upaya Cegah Penyebaran Virus Corona, Puluhan Ponpes di Kabupaten Jember Disemprot Disinfektan
surya.co.id/sri wahyunik
Peta sebaran Covid-19 di Kabupaten Jember hingga Selasa siang (24/3/2020). Dalam upaya cegah penyebaran covid-19 puluhan ponpes di Jember disemprot disinfektan. 

Surya.co.id | JEMBER - Sebanyak 35 pondok pesantren di Kabupaten Jember disemprot disinfektan. Penyemprotan ini dilakukan oleh Pemprov Jatim, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) .

Dalam penyemprotan di lapangan, BPBD Provinsi Jatim melibatkan BPBD Kabupaten Jember.

Penyemprotan itu mulai dilakukan Senin (23/3/2020), dan terus berlanjut pada Selasa (24/3/2020). Sebelum penyemprotan, Pemprov Jatim yang diwakili jajaran Bakorwil V Jatim di Jember menggelar rapat koordinasi dengan pihak Pemkab Jember.

Kepala Bakorwil V Jatim, Cahyo Widodo mengatakan dipilihnya Jember untuk penyemprotan disinfektan karena belum ditemukan pasien positif Virus Corona di Jember.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan di Kabupaten Jember diharapkan dapat dikembangkan dan dilakukan oleh kabupaten lainnya. "Seperti di pesantren, para santri tidak diperbolehkan pulang, supaya mereka tidak datang ke tempat yang membahayakan," ujar Cahyo.

Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief mengapresiasi penyemprotan dari Pemprov Jatim tersebut. Dia mengakui, jumlah Ponpes di Jember banyak, begitu juga dengan jumlah santrinya.

“Penyemprotan kali ini dari Pemerintah Jawa Timur. Pemkab Jember juga telah melakukan hal yang sama. Semua ponpes juga akan dilakukan penyemprotan yang sama,” terang Muqit. Tim penyemprotan dari pemerintah provinsi sangat mengurangi beban Pemkab Jember.

Selain itu, tim melakukan sosialisasi berupa tindakan preventif berupa pola hidup sehat serta menjaga diri untuk tidak datang ke tempat kerumunan.

“Sesuai surat edaran bupati, pesta pernikahan supaya bisa ditunda, dan kegiatan pengajian yang mengumpulkan massa," tegas Muqit.

Dia berharap lembaga dan elemen masyarakat bergotong royong menjaga keadaan Jember tetap kondusif.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved