Berita Surabaya

Selama Jatim Siaga Darurat Covid-19, Ditlantas Polda Jatim Longgarkan Kebijakan Pelanggaran E-Tilang

Penerapan sanksi menggunakan kamera pengawas Closed Circuit Television (CCTV) canggih di sejumlah kawasan di Kota Surabaya akan diperlonggar.

Selama Jatim Siaga Darurat Covid-19, Ditlantas Polda Jatim Longgarkan Kebijakan Pelanggaran E-Tilang
surabaya.tribunnews.com/luhur pambudi
Direktur Ditlantas Polda Jatim, Kombes Pol Budi Indra Dermawan ditemani Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Lobby Tri Brata Mapolda Jatim 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

SURYA.co.id | SURABAYA - Penerapan kedisplinan berkendara melalui Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) bakal diperlonggar oleh Ditlantas Polda Jatim.

Kebijakan baru itu diterapkan berdasarkan adanya wabah Coronavirus Disease (Covid-19) yang telah disebut sebagai darurat bencana nasional.

Penerapan sanksi menggunakan kamera pengawas Closed Circuit Television (CCTV) canggih di sejumlah kawasan di Kota Surabaya akan diperlonggar.

Bukan berarti petugas mulai melepas tanggung jawab akan pengawasan kedisiplinan pengendara.

Kamera akan tetap melakukan perekaman video, sekaligus melakukan pendataan kasus pelanggaran yang dilakukan si pengendara dalam rekaman video tersebut.

Namun proses pemberian surat berisi konfirmasi pemberitahuan kasus pelanggaran bakal diberikan pada si pelanggar setelah memastikan status darurat wabah covid-19, dicabut.

"Kamera masih tetap merekam. Setelah situasi normal lagi, baru dia bisa konfirmasi lagi. Kan ini hanya konfirmasi aja," katanya di Lobby Gedung Tri Brata Mapolda Jatim, Selasa (24/3/2020).

Hal itu bertujuan agar para pelanggar yang nantinya datang ke Kantor Siola untuk melakukan konfirmasi pelanggaran, tidak membludak.

Apalagi pemerintah sedang gencar melakukan upaya pencegahan penularan wabah, melalui pembatasan kedekatan fisik antar warga atau lazim disebut Social Distancing.

"Jadi kan kami batasi. Siola sudah saya kasih tahu. Jadi tidak harus datang minggu depan, kapannya nanti kami kasih tahu," tuturnya.

Kendati begitu, Budi menegaskan penegakan hukum kedisiplinan berkendara akan tetap dilakukan.

"Selama dia membahayakan dirinya dan pengendara lain, harus ditindak. Lihat fatalitasnya," pungkasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved