Breaking News:

Citizen Reporter

Perawat Menyerukan Bantuan Pertama untuk Henti Jantung

Ratusan perawat mempraktikkan pertolongan pertama jika muncul kasus henti jantung saat HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia.

citizen reporter/Saverinus Suhardin
Para perawat merayakan HUT organisasi profesi yang menaungi seluruh perawat Indonesia. 

Perawat Jawa Timur berkumpul memadati lapangan Wijaya Kusuma Angkatan Laut Bumimoro, Surabaya, Minggu pagi (15/3/2020). Mereka datang dari berbagai intitusi pelayanan kesehatan dan pendidikan kesehatan yang tersebar di Kota Surabaya dan utusan dari daerah lainnya.

Kegiatan bersama itu dilaksanakan dalam rangka merayakan HUT organisasi profesi yang menaungi seluruh perawat Indonesia, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Organisasi PPNI pertama dibentuk pada 17 Maret 1974 yang merupakan penggabungan dari berbagai organisasi perawat yang sangat beragam saat itu. Perjalanan PPNI telah melewati proses panjang, hingga memasuki usia yang ke-46 pada 2020.

Setiap perawat di berbagai wilayah Indonesia menyambut hari spesial itu dengan berbagai cara, dalam satu tema, “Perawat Kuat, Rakyat Sehat.”

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPNI Jawa Timur mengisi momen itu dengan melakukan edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) kepada kelompok awam khusus. Kegiatan akbar itu diganjar sertifikat pengakuan dari Rekor MURI karena melibatkan peserta terbanyak.

Nursalam, Ketua DPW PPNI Jatim memberikan apresiasi kepada semua jajaran pengurus, panitia dan semua perawat yang terus aktif terlibat dalam mendukung kesehatan bangsa. “Semoga organisasi kita ini terus berkomitmen menghasilkan perawat yang hebat. Perawat kuat, rakyat sehat,” tegasnya.

Laporan panitia penyelenggara menyebutkan peserta yang hadir merupakan utusan dari 34 Dewan Pengurus Komisariat (DPK) yang ada di Kota Surabaya dan utusan dari wilayah lain di Jawa Timur sejumlah 3.015 orang. Selain perawat dan mahasiswa keperawatan, setiap DPK juga mengundang kelompok awam khusus seperti petugas pemadam kebakaran, polisi, tentara, Banser, dan kelompok khusus lainnya.

BHD yang dimaksud merupakan bantuan sementara yang bisa diberikan kepada orang yang tiba-tiba pingsan dan mengalami henti jantung dengan tanda hilangnya denyut nadi. Tindakan dilakukan dengan memberikan tekanan secukupnya pada dinding dada secara teratur dan berlanjut sampai tim penolong yang profesional tiba.

PPNI Jatim mengedukasi peserta lakukan BHD dengan pendekatan PATTAS, yang merupakan singkatan dari: Pastikan 3A (aman diri, aman lingkungan, dan aman koran); Tepuk bahu dan respons; Teriak minta tolong atau telepon ambulans ke nomor 119; Amati pergerakan dada; Segera lakukan pijat jantung bila tidak teraba nadi. Pertolongan diberikan hingga tim medis datang.

Saverinus Suhardin
Mahasiswa Pendidikan Ners di Fakultas Keperawatan
Universitas Airlangga
saverinussuhardin@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved