Berita Gresik

Jalan Samanhudi Kemuteran Gresik Kerap banjir, Ternyata Ada Oknum Warga Buang Kasur di Saluran air

Tim dari Kotaku DLH Gresik menarik kasur yang menyebabkan saluran air mampet karena menutup seluruh badan saluran air.

DLH Gresik
Petugas DLH Gresik saat mengangkat kasur dari dalam saluran air di Jalan Samanhudi, Kemuteran, Selasa (24/3/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK - Kesadaran Sebagian warga Gresik untuk membuang sampah pada tempatnya masih rendah. Petugas gabungan dari program Kota tanpa Kumuh (Kotaku) saat melakukan pembersihan saluran air menemukan penyebab banjir yang kerap melanda.

Saat hujan deras turun, tidak sampai satu jam, air akan menggenangi Jalan Samanhudi, Kemuteran. Nah, petugas gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Dinas Pekerjaan Umum, membuka penutup saluran air yang berada di pinggir jalan.

"Ada kasur kapuk menyumbat saluran air," ujar Kabid Pertamanan DLH Gresik, Zurron Arifin, Selasa (24/3/2020).

Kasur kapuk berwarna merah muda itu posisinya tergulung.

Tim dari Kotaku menarik kasur yang menyebabkan saluran air mampet karena menutup seluruh badan saluran air.

Saat ditarik keluar, kasur kondisinya masih bagus, tidak ada bekas sobek atau rusak.

Kasur tersebut langsung dibuang ke tempat pembuangan sampah.

"Biasanya kalau habis hujan. Teman-teman ada yang menemukan bantal, guling juga yang nyangkut. Baru kali ini ada kasur," terangnya.

Sementara itu, Sekretasi Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi mengaku di saluran air yang berukuran kecil ada kasur di dalam sangat tidak masuk akal.

Politisi asal Menganti ini menyebut, kesadaran masyarakat masih rendah, padahal dampaknya banjir melanda setiap hujan turun karena saluran air tersumbat sampah.

"Ini ada kasur di dalam saluran air. Tidak wajar, pasti sengaja buang di sini," tandas Hamdi.

Penulis: Willy Abraham
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved