Breaking News:

Citizen Reporter

Digital Marketing dari Mahasiswa Universitas Bhayangkara untuk Perajin Tas Intako

Hasil tas yang dulu terkenal dari perajin yang dijual di Intako dipoles oleh mahasiswa Universitas Bhayangkara melalui digital marketing.

Digital Marketing dari Mahasiswa Universitas Bhayangkara untuk Perajin Tas Intako
citizen reporter/Farah Aulia Salshabila
Mahasiswa Universitas Bhayangkara membantu digital marketing untuk perajin tas di Intako, Tanggulangin, Sidoarjo.

KKN yang dilakukan mahasiswa Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya menarik. Seperti KKN lain yang berkonsentrasi untuk pengembangan ekonomi pedesaan, mahasiswa Ubhara juga melakukannya. Mereka membantu di koperasi perajin Intako, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo melalui digital marketing.

Koperasi Intako merupakan tempat para perajin sekitar untuk menitipkan barang-barang produksinya dengan sistem konsinyasi. Kecamatan Tanggulangin terkenal sebagai sentra Industri Kecil Menengah (IKM) yang memproduksi berbagai kerajinan baik tas, sepatu, maupun koper dari kulit.

“Namun sejak ada lumpur Lapindo, kiprahnya menurun. Kami ingin membantu dengan rebranding dan pemberdayaan digital marketing yang selama ini belum digarap para perajin,” kata Vanessa Bella, Sekretaris KKN 65, Sabtu (18/3/2020).

Dijelaskan Bella, rebranding yang dilakukan meliputi dekorasi ulang showroom dengan mengecat tembok di showroom agar terlihat lebih segar serta menambahkan beberapa rak. Diungkapkan mahasiswa semester 6 itu, pada awalnya, display produk seperti tas hanya digantung dengan pengait sederhana di tembok.

“Kalau digantung seperti itu malah akan merusak bentuk dan memudarkan warna tasnya. Jadi, lebih baik memakai rak minimalis yang kekinian untuk display produk,” Kata Vanessa.

Intako juga memiliki figur tas raksasa yang diletakkan di showroom. Tas raksasa itu yang mereka manfaatkan untuk menambah daya tarik showroom.

“Tata letak tas besar ini serta produk yang lain kami optimalkan,” imbuh Ezra Sampouw, mahasiswa lain.

Program redecor itu diharapkan dapat menambah nilai estetika showroom. Mereka ingin mengoptimalkan showroom sebagai tempat display produk sekaligus spot foto yang instagramable.

Selain program redecor, program pemberdayaan digital marketing juga sangat penting guna mendukung proses rebranding Intako. Programnya meliputi photo product dan pembuatan akun Instagram untuk Intako.

“Kami pilih Instagram karena penggunanya banyak dan mudah digunakan untuk promosi,” kata Bagus Aji, anggota KKN.

Halaman
12
Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved