Travel

Cegah Virus Corona, KAI Daop 8 Surabaya Turunkan Kapasitas Daya Angkut KA Lokal

Penerapan menurunkan kapasitas daya angkutan penumpang tersebut sudah diberlakukan sejak awal Maret 2020.

Cegah Virus Corona, KAI Daop 8 Surabaya Turunkan Kapasitas Daya Angkut KA Lokal
tribun jatim/fikri firmansyah
Suasana Stasiun Gubeng Surabaya, Selasa (24/3/2020) tampak sepi penumpang. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Semenjak penetapan perpanjangan status keadaan darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona di Indonesia oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana hingga 29 Mei 2020, PT KAI Daop 8 Surabaya menurunkan kapasitas daya angkutan penumpang KA Lokal.

Penerapan menurunkan kapasitas daya angkutan penumpang tersebut sudah diberlakukan sejak awal Maret 2020.

"Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah menangani pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19) di tanah air, khususnya di Jatim, maka pihak kami telah berupaya melakukan berbagai program dalam mencegah penyebaran Covid-19 ini," kata Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto., Selasa (24/3/2020) di Stasiun Gubeng Surabaya.

Ia menambahkan, salah satu langkah yang dilakukan PT KAI Daop 8 Surabaya adalah dengan menurunkan daya kapasitas angkutan penumpangnya dengan kebijakan menurunkan daya kapasitas KA Lokal yang sebelumnya berkapasitas 150 persen menjadi 75 persen.

"Perhari KA Lokal berkapasitas 38.346 (150 persen) setelah dikurangi sebanyak 19.164, maka sekarang menjadi 19.182 penumpang. Kebijakan ini berlaku sampai ada kabar lanjut dari pusat, jadi tidak bisa saya pastikan, karena per tanggal 26 Maret 2020, ada KA Lokal yang resmi tidak beroperasi atau perjalanannya dibatalkan," ujarnya.

Dalam kebijakan tersebut, intinya setiap hari terdapat 46 perjalanan KA Lokal yang beroperasi di wilayah PT KAI daop 8 Surabaya dengan daya kapasitas terdiri dari 25.564 tempat duduk (100 persen) dan toleransi tiket berdiri (50 persen dari tempat duduk) sebanyak 12,782 buah.

"Jadi total dalam seharinya, daya kapasitas perjalanan KA Lokal di wilayah PT KAI daop 8 Surabaya bisa mencapai 38.346 penumpang, dengan adanya kebijakan pengurangan kapasitas menjadi 75 persen, maka sekarang kapasitas daya angkutnya menjadi 19.182 penumpang per harinya," tambahnya.

Ditanyai apakah ada penumpang yang rugi tiket karena kebijakan ini, Suprapto mengatakan tidak ada, sebab pengurangan kapasitas daya penumpang ini berlaku pada KA Lokal dan untuk KA Lokal rata-rata memang orang beli tiketnya selalu mendekati hari H keberangkatannya, jadi saat mereka beli sudah tahu total kapasitas kereta yang tersedia berapa.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved