Berbagai Reaksi Merespons Dihapusnya UN akibat Pandemi Corona

Kepala Sekolah Muhammadiyah 2 Surabaya Astajab mengatakan, jika UN SMA 2020 dihapus adalah keputusan tepat dan realistis.

Berbagai Reaksi Merespons Dihapusnya UN akibat Pandemi Corona
surya/ahmad zaimul haq
Siswa SMAN 10 Surabaya saat akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Senin (9/4/2018). Pemerintah tahun ini menghapus unas seluruh jenjang terkait imbas penyebaran virus corona. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Presiden Joko Widodo menyetujui langkah Kemendikbud menghapus Ujian Nasional (UN) 2020.

Beberapa komentar pun datang dari sejumlah sekolah SMA di Surabaya. 

Kepala Sekolah Muhammadiyah 2 Surabaya Astajab mengatakan, jika UN SMA 2020 dihapus adalah keputusan tepat dan realistis di tengah pandemi virus corona atau covid-19.

Menurutnya, masyarakat telah memahami kondisi sekarang bahwa penyebaran Coronavirus Desease (Covid-19) kian meluas.

Sehingga sangat memungkinkan muncul rasa was-was dari siswa, guru, maupun orang tua.

"Keselamatan dan kesehatan siswa, guru dan seluruh warga adalah hal utama," katanya saat dihubungi, Selasa (24/3/2020).

Dengan begitu, langkah tersebut dinilai dapat memperkecil kurva penyebaran virus corona yang makin merebak.

Astajab menambahkan saat ini UN  tidak menjadi syarat utama untuk menentukan kelulusan siswa.

Tentu sangatlah wajar jika, saat ini kebijakan anyar itu diberlakukan.

"Toh UN juga tidak menjadi syarat seleksi utama buat masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Jadi sangat wajar jika memang UN dihapuskan," sambungnya.

Halaman
12
Penulis: Tony Hermawan
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved