6 FAKTA Ujian Nasional SD, SMP SMA & Madrasah Ditiadakan, Ujian Sekolah Bisa Dilakukan dengan Syarat

Presiden Jokowi putuskan Ujian Nasional ditiadakan, nilai kumulatif rapor bisa jadi acuan kelulusan. Sementara itu, Ujian Sekolah masih bisa dilakukan

surya.co.id/ahmad zaimul haq
Sejumlah siswa kelas XII mengerjakan soal Bahasa Indonesia saat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6, Surabaya, Senin (25/3/2019). 

SURYA.CO.ID - Pemerintah sepakat meniadakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk jenjang SD, SMP, SMA, dan Madrasah.

Opsi yang dapat dijadikan acuan untuk menentukan kelulusan siswa yakni nilai kumulatif rapor selama belajar di sekolah.

Peniadaan Ujian Nasional ini juga telah diputuskan oleh Presiden Jokowi yang disampaikan Juru Bicara Presiden melalui keterangan tertulis.

Keputusan ini diambil pemerintah untuk menanggapi upaya pencegahan penyebaran virus corona atau COVID-19 di Tanah Air.

Sebelumnya, 4 pimpinan Komisi Pendidikan (X) bersama menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim,  melakukan rapat daring untuk membahas peniadaan Ujian Nasional di Indonesia, Senin (23/3/2020).

Berikut lima fakta baru terkait peniadaan Ujian Nasional Berbasik Komputer di Indonesia.

1. Presiden Putuskan Ujian Nasional Ditiadakan

Presiden Joko Widodo telah memutuskan meniadakan ujian nasional ( UN) untuk tahun 2020.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman melalui keterangan tertulis, Selasa (24/3/2020) seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel "Jokowi Putuskan Ujian Nasional 2020 Ditiadakan".

"Keputusan ini sebagai bagian dari sistem respons wabah Covid-19 yang salah satunya adalah pengutamaan keselamatan kesehatan rakyat.

Halaman
1234
Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved