Sambang Kampung

Warga RT 3 RW 9 Kelurahan Kedungdoro, Tegalsari, Surabaya Produksi Kue Lumpur sejak 1967

Kue Lumpur di kampung Plemahan gang 8 di wilayah RT 3 RW 9 Kelurahan Kedungdoro Kecamatan Tegalsari sangat dikenal banyak warga.

Warga RT 3 RW 9 Kelurahan Kedungdoro, Tegalsari, Surabaya Produksi Kue Lumpur sejak 1967
surya.co.id/ahmad zaimul haq
PRODUKSI KUE - Salah satu produsen kue di Plemahan Gang 8 saat mempersiapkan adonan, Senin (23/3). Banyak produsen kue (jajan) pasar di kampung tersebut khususnya kue lumpur. 

SURYA. co. id | SURABAYA - Kue Lumpur di kampung Plemahan gang 8 di wilayah RT 3 RW 9 Kelurahan Kedungdoro Kecamatan Tegalsari sangat dikenal banyak warga.

Pasalnya salah satu produsen kue lumpur ini  memproduksi sejak 1967.

Dari kue lumpur buatan bu Taufik, kini ketiga anaknya dan sejumlah warga lain di kampung tersebut juga memproduksi kue lumpur.

Naning, anak bu Taufik menjadi salah satu produsen yang memeprtahankan resep hingga kue lumpur buatannya terbilang premium. Serta dipasarkan di kantin-kantin perkantoran.

"Saya buat kue lumpur bakar manis. Kalau tetangga sudah dimodifikasi banyak rasa, adek saya juga,"ujarnya.

Aktivitas para produsen kue lumpur ini terlihat setiap sore. Mereka mulai mempersiapkan bahan dan cetakan. Dan mulai produksi malam hari kemudian dilanjut pengemasan saat pagi sebelum dijual.

"Kalau saya sehari bisa sampai 500 biji, persiaan bahan dan produksi sendiri. Kalau mengemas dibantu warga biasanya,"urainya.

Harga yang dipatok Naning terbilang paling mahal di kampung yaitu Rp 3.000. Karena pasar penjualannya di perkantoran.

Sementara penjual lain biasa menjual kue lumpurnya seharga Rp 1.500 hingga Rp 2.000.

Ketua RT 3, Darti mengungkapkan karena banyaknya warga yang memproduksi kue lumpur membuat kampungnya menjadi sasaran orang yang mencari kue lumpur.

"Andalan kami ya kue lumpur ini, kalau ada tamu atau butuh kue buat hajatan ya pakai kue lumpur bikinan warga,"ungkapnya.

Menurut Darti, produksi kue lumpur telah menjadikan salah satu sumber penghasilan warga.

Karena meskipun hanya ada tiga produsen, tetapi banyak beberaap warga lain yang dilipatkan dalam pengemasan hingga pemasaran.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved