Berita Surabaya

Sidang Kasus Pencurian di PN Surabaya Batal Karena Suhu Tubuh Terdakwa Terdeteksi di Atas 37 Derajat

Sidang kasus pencurian di PN Surabaya, Senin (23/3/2020) terpaksa dibatalkan karena terdakwa, Maulana, mengalami demam.

surabaya.tribunnews.com/samsul arifin
Petugas keamanan PN Surabaya memeriksa suhu tubuh terdakwa pencurian. Karena terdeteksi suhu tubuhnya mencapai 37,5 derajat, terdakwa batal disidangkan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

SURYA.co.id | SURABAYA - Sidang kasus pencurian di PN Surabaya, Senin (23/3/2020) terpaksa dibatalkan karena terdakwa, Maulana, mengalami demam. Saat dicek, suhu tubuh terdakwa mencapai 37,5 derajat celsius. 

"Saat turun dari mobil tahanan suhu badan terdakwa sudah tinggi dan dia sudah dipisahkan dari tahanan lainnya," kata Bripka Arif Harmoko petugas keamanan dari Polsek Sawahan, Senin, (23/3/2020). 

Arif serta jajaran keamanan PN merasa kebobolan dengan membawa terdakwa yang memiliki suhu badan tinggi tersebut ke ruang sidang. 

Guna meyakinkan Jaksa Penuntut Umum, Duta Amelia yang menangani kasus pencurian ini, petugas keamanan lainnya kembali mengukur suhu badan terdakwa Maulana dan hasilnya alat ukur suhu tubuh itu berwarna merah dan bertuliskan angka 37,5.

"Ini demi keamanan kita semua, kita menjalankan protap dari Ketua Pengadilan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19," kata Arif pada JPU Amelia. 

Sementara, JPU Duta Amelia mengaku tidak tahu dengan tingginya suhu badan terdakwa.

"Saya tidak tahu dan terdakwa juga tidak menyampaikan hal itu. Untuk masalah penundaan atau tidak kita tunggu majelis hakimnya," ujarnya. 

Menurutnya, perkara ini sebenarnya telah ditunda sekali. Dan hari ini rencana ia akan membacakan surat dakwaan dan pemeriksaan saksi korban, termasuk juga pembacaan surat tuntutan.

"Mestinya Kamis kemarin tapi ditunda hari ini," terangnya.

Sementara itu, Widarti selaku ketua majelis hakim meminta maaf kepada korban atas pembatalan persidangan.

"Ini menyangkut keamanan kita semua. kita tunda senin depan ya," ucapnya.

Selain tindakan tegas tersebut, pihak PN Surabaya juga membatasi jumlah pengunjung termasuk larangan keluarga tahanan datang ke PN Surabaya.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved