Single Focus

Sekolah Beri Kemudahan Siswa Update Pelajaran selama Belajar di Rumah 

Kepala SDN Tembok Dukuh IV/86 Surabaya, Drs Edi Santoso mengatakan, Kota Surabaya sangat siap menerima keputusan belajar di rumah sistem online.

surya.co.id/zainel arif
Saat guru menggunggah soal dan materi untuk siswa di Ruang Guru SDN Tembok Dukuh IV/86 Surabaya, Sabtu (21/3/2020). 

KEPUTUSAN memberhentikan sementara proses pembelajaran di sekolah dan mengubahnya ke sistem pembelajaran online, mendapat respons positif dari kalangan pendidik.

Aturan Dindik Pemkot Surabaya yang berkaitan dengan pencegahan penyebaran virus covid-19 itu, berlaku pada  sejumlah lembaga.

Seperti Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-kanak (TK), Taman Penitipan Anak (TPA), Pos Paud Terpadu (PPT), SD/MI, SMP/MTs, baik negeri maupun swasta yang ada di Kota Surabaya.

Situasi ini salah satunya dirasakan SDN Tembok Dukuh IV/86 Surabaya.

Seperti keharusan meng-update jumlah akun pengajar bagi guru, jumlah akun pelajar bagi siswa, update folder laporan dan foto yang berisi foto kegiatan guru, foto kegiatan siswa di rumah, foto soal atau materi pelajaran, dan foto jumlah respon siswa.

Kepala SDN Tembok Dukuh IV/86 Surabaya, Drs Edi Santoso mengatakan, Kota Surabaya sangat siap menerima keputusan belajar di rumah dengan sistem pembelajaran online.

"Sebelumnya Dinas Pendidikan Pemkot Surabaya telah melatih kepala sekolah untuk menggunakan office 365, sehingga kepala sekolah dan guru lebih mengerti menggunakan sistem online," ungkap Edi, saat ditemui di Kantor Kepala SDN Tembok Dukuh IV/86 Surabaya, Sabtu (21/3).

"Dengan keputusan belajar di rumah, bapak ibu guru lebih siap menggunakan laptop dengan aplikasi office 365 untuk meng-upload soal-soal dan materi untuk di-share ke orang tua walimurid," paparnya.

Karena tidak semua wali murid mempunyai fasilitas ponsel android atau laptop, kepala sekolah memberikan opsi lain untuk wali murid agar anaknya dapat update dengan pembelajaran.

"Wali murid dapat menanyakan ke tetangga, ada tugas apa, ada juga yang telepon ke sekolah, dan kami memberikan kemudahan jika memang siswa menjawab soal lewat sms jika yang dipunya hanya ponsel jadul," ujar Edi.

Halaman
12
Penulis: Zainal Arif
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved