Berita Gresik

PENGAKUAN Pengeroyok Anggota Banser Gresik: Cuma Cari Jati Diri, Tak Ada Kaitan Perguruan Silat

Pengeroyokan yang menimpa Fathur Roziki, warga Jalan Usman Sadar, Kelurahan Karangturi, Kecamatan/ Kabupaten Gresik, Jawa Timur mulai terungkap

surya/sugiyono
PAVING - Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo menunjukkan batu paving yang digunakan kelompok pengeroyok terhadap masyarakat, Senin (23/3/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK - Pengeroyokan yang menimpa anggota Banser, Fathur Roziki, warga Jalan Usman Sadar, Kelurahan Karangturi, Kecamatan/ Kabupaten Gresik, Jawa Timur mulai terungkap. 

Polisi menangkap 3 dari 11 pelaku pengeroyokan yang terjadi di jalan Panglima Sudirman, Jumat (20/3/2020) dinihari.

Satu pelaku di antaranya masih di bawah umur dan pelajar yakni AP (16), warga Jalan Panglima Sudirman. 

Sementara dua lainnya yakni AS (21), warga Jalan Banjarsari Kecamatan Cerme, YEP (21), warga dusun Karangjati, Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro dan AP (16), warga Jalan Panglima Sudirman,

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, mengatakan, terungkapnya pelaku pengeroyokan atas upaya pencarian anggota Satreskrim Polres unit pidana umum.

Tiga orang ini ditangkap di rumahnya dan tempat kosnya.

"Delapan pelaku lainnya sudah kami kantongi identitasnya. Ternyata, ketika didatangi ke rumahnya, yang bersangkutan tidak ada," kata Kusworo.

Para tersangka mengakui perbuatan pengeroyokan dilakukan untuk mencari identitas diri.

Sebelum melakukan pengeroyokan, para pelaku ini berkumpul di wilayah Kecamatan Manyar dan minum-minuman keras.

"Pengakuannya, motif pelaku melakukan ini karena mencari jati diri. Tidak ada keterlibatan kelompok dan perguruan pencak silat. Perbuatan itu dilakukan atas nama pribadi," imbuhnya.

Halaman
1234
Penulis: Sugiyono
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved