Berita Nganjuk

Maksimalkan Perlindungan Anak, Pemkab Nganjuk Bersiap Pertahankan Predikat KLA Nasional

Pemkab Nganjuk berupaya keras mengoptimalisasi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Anak (P2TP2A).

surya.co.id/ahmad amru muiz
Taman Kuto Kertosono menjadi salah satu tempat bersantai dan bermain anak serta keluarga. Pemkab Nganjuk siap mempertahankan predikat KLA tingkat nasional dengan memperbanyak taman kota untuk tempat bermain anak-anak. 

SURYA.CO.ID | NGANJUK - Pemkab Nganjuk berupaya keras mengoptimalisasi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Anak (P2TP2A) khususnya dalam perlindungan anak.

Hal itu sebagai salah satu langkah untuk mendukung evaluasi predikat Kabupaten Nganjuk sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) Tingkat Nasional tahun 2020.

Plt Sekda Kabupaten Nganjuk, Nur Solekan mengatakan, optimalisasi yang dilakukan P2TP2A dengan berperan penting dalam perlindungan dan penanganan terhadap kasus kekerasan pada perempuan dan anak.

Dengan keberadaan P2TP2A, diharapkan bisa mengatasi kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, sehingga menjadikan Kabupaten Nganjuk sebagai Kabupaten Layak Anak.

"Ini yang perlu digaris bawahi, peran opmimal dari P2TP2A Kabupaten Nganjuk harus terus dilakukan untuk mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak," kata Nur Solekan, Minggu (22/3/2020).

Untuk itu, dikatakan Nur Solekan, perlu ada inovasi dan pengambilan keputusan yang cepat dan berani serta berkomunikasi dengan Kementerian dalam pengoptimalisasi P2TP2A untuk perlindungan khusus anak.

Poin terpenting dari proses pengembangan KLA sendiri, menurut Nur Solekan, yakni penguatan Komitmen dan koordinasi diantara para stakeholder atau pemangku kepentingan dalam pemenuhan hak-hak anak yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan

“Makanya, perlu dibentuk teamwork yang kuat dalam mewujudkan pola kerja secara optimal untuk pelaksanaan Kabupaten Layak Anak,“ tandas Nur Solekan.

Memang, diakui Nur Solekan, dirasa sangat perlu dilakukan langkah optimalisasi sejumlah indikator formal kelembagaan dan subtantif anak dalam mendukung standar pelaksanaan Kabupaten Layak Anak.

Diantaranya peran aktif lembaga pemerintahan dalam upaya perlindungan anak di semua wilayah Kabupaten Nganjuk.

Sementara Kepala Dinas Sosial dan PPA Kabupaten Nganjuk, Nafan Tahwi menjelaskan, bisa dikatakan Kabupaten Layak Anak jika didalam Kabupaten tersebut ada unsur-unsur OPD dan Kecamatan layak anak.

“Kecamatan layak anak dibentuk dari desa-desa yang sudah layak anak, dan kami sudah memfasilitasi dan melengkapi di Kecamatan untuk menjadikan desa–desa layak anak,“ kata Nafan.

Sedangkan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Nganjuk, Eko menambahkan, persentase perkawinan anak perlu ditinjau dan perlu terus diadakan edukasi usia minimal perkawinan. Karena di nganjuk perkawinan pada usia anak masih sekitar 18 persen.

"Jadi perlu peran aktif antar OPD terkait dalam mendukung mewujudkan Kabupaten Nganjuk menjadi Kabupaten Layak Anak," tutur Eko.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved