Single Focus

Ida Rahmayanti Dampingi Dua Putrinya Belajar di Rumah: Jaga Suasana Hati Mereka saat Merasa Jenuh

Belajar dengan sistem online dari rumah, menjadi salah satu upaya pencegahan penyebaran virus covid-19 yang kini merebak di Tanah Air.

surya.co.id/zainel arif
Dua putri Ida Rahmayanti, Sefina Meidafani dan Difa Salsabila saat menjalani sistem pembelajaran online di rumah mereka daerah Tanah Merah Surabaya, Sabtu (21/3/2020). 

KURANGNYA pengetahuan tentang teknologi, kewalahan membagi waktu, hingga tidak mempunyai media pendukung menjadi kendala tersendiri, bagi ibu-ibu rumah tangga maupun ibu-ibu karir saat mendampingi anaknya belajar online di rumah.

Belajar dengan sistem online dari rumah, menjadi salah satu upaya pencegahan penyebaran virus covid-19 yang kini merebak di Tanah Air, menyisakan masalah tersendiri bagi para orang tua.

Ida Rahmayanti (50), ibu dari siswi SMA, Difa Salsabila dan mahasiswi di Unesa, Sefina Meidafani, mengaku, kesulitan untuk menjaga suasana hati anaknya dalam menjalani sekolah dan kuliah sistem online.

"Anak saya sering mengeluh kepalanya panas karena seharian harus mengerjakan tugas-tugas LKS dan soal-soal dari gurunya," kata Ida, di temui di daerah Tanah Merah Surabaya, Sabtu (21/3/2020).

Dengan kondisi seperti ini, Ida mengatakan, harus terus menjaga suasana hati anak-anaknya, menemani dan menyiapkan makanan kesukaan mereka.

Menurut Difa, belajar di sekolah justru membuatnya semakin terbebani dengan tugas sekolah dan berkutat dengan LKS yang membuatnya jenuh di rumah.

"Saya berharap kondisi seperti ini segera berakhir, saya ingin sekolah lagi dan seperti biasanya, bisa bercanda dengan teman-teman kelas," tutup Difa.

Kendala lain yang dihadapi Ida, menyediakan fasilitas internet untuk anak-anaknya. Pasalnya, iaa tak memiliki fasilitas wifi di rumah.

Jadi, lebih banyak membelikan kuota untuk anak, seminggu ini sudah dua kali beli untuk anak yang SMA, sedang yang kuliah sudah tiga kali beli.

"Tak jarang anak saya terpaksa pergi ke warung kopi yang menyediakan fasilitas Wifi untuk sekadar mengirim tugas karena tidak mempunyai kuota dan belum sempat beli," ungkap perempuan pekerja lapangan ini.

Halaman
12
Penulis: Zainal Arif
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved