Sosok

Faridah Eka Fatmala: Peran Orangtua sangat Dibutuhkan untuk Suksesnya Belajar di Rumah

Potret Faridah Eka Fatmala, mahasiswi S2 Ilmu Linguistik Universitas Airlangga yang kini mengajar di salah satu madrasah ibtidaiyah.

foto: dok pribadi
Potret Faridah Eka Fatmala, mahasiswi S2 Ilmu Linguistik Universitas Airlangga yang kini mengajar di salah satu madrasah ibtidaiyah. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kebijakan belajar di rumah untuk sementara memiliki sisi negatif dan positif.

Faridah Eka Fatmala, mahasiswi S2 Ilmu Linguistik Universitas Airlangga menyebut, kebiasaan ini akan membuat anak malas untuk berangkat ke sekolah.

"Belajar juga tidak akan optimal tanpa pendampingan yang baik dari orangtua. Belum lagi ketidaksiapan menggunakan gawai dan teknologi," ungkap guru di salah satu madrasah ibtidaiyah ini.

Meski demikian, kebijakan ini meningkatkan bounding antaranggota keluarga, apalagi jika menyelesaikan pekerjaan bersama-sama.

"Di samping itu anak-anak mendapatkan wawasan tentang hidup bersih karena merebaknya covid-19 membuat mereka tetap menjaga kebersihan. Terlebih lagi, anak memiliki waktu lebih lama dalam memahami pelajaran," katanya.

Sebagai guru, ia pun berupaya semaksimal mungkin agar siswanya menerima materi secara optimal.

"Saya memberikan materi melalui chat group orang tua dan memberikan latihan soal yang harus dikerjakan anak-anak dalam waktu yang ditentukan," ungkapnya.

Dalam keadaan seperti ini, peran orangtua sangat dibutuhkan. Jika anak-anak tidak mendapatkan pendampingan, bisa jadi waktu terbuang sia-sia .

"Tantangan lain adalah menyiapkan materi yang mudah untuk dipahami sendiri oleh anak didik karena mereka harus belajar sendiri tanpa penjelasan lebih dari pendidiknya," pungkas Faridah.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved