Breaking News:

Pilwali Surabaya 2020

Didukung 7 Parpol, Machfud Arifin Kian Mantap Hadapi Kemungkinan Head to Head di Kota Surabaya

Kubu Machfud Arifin pun siap apabila harus head to head dengan calon dari PDI Perjuangan.

surya.co.id/bobby kolloway
Bakal Calon Wali Kota Surabaya, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin bersama Ketua Tim Pemenangan MA, Miratul Mukminin saat berada di Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bakal Calon Wali Kota Surabaya, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin siap menghadapi sejumlah kemungkinan di Pilkada Surabaya.

Termasuk, adanya peluang hanya dua calon (head to head) di Kota Pahlawan.

Kemungkinan adanya hanya dua pasangan calon di Surabaya cukup terbuka.

Sebab, sudah ada tujuh partai politik yang mendukung mantan Kapolda Jatim ini.

Praktis, tinggal PDI Perjuangan, PKS dan PSI yang belum memberikan pilihan.

Berdasar perolehan kursi dan berkaca dari pilkada sebelumnya, PDI Perjuangan masih cukup terbuka untuk mengusung calon sendiri tanpa koalisi.

Di sisi lain, peluang PKS dan PSI untuk mengusung calon sendiri di luar poros PDI Perjuangan dan MA pun tertutup mengingat kurangnya jumlah kursi.

Menanggapi hal tersebut, kubu Machfud Arifin pun siap apabila harus head to head dengan calon dari PDI Perjuangan.

"Kami semakin yakin dan mantap. Dengan bergabungnya Golkar sebagai pengusung, menjadikan tim kami lebih semangat dan solid mengantarkan Pak MA (Machfud Arifin) menjadi Walikota," kata Ketua Tim Pemenangan MA, Miratul Mukminin atau yang akrab disapa Gus Amik kepada SURYA.co.id di Surabaya, Senin (23/3/2020).

Apalagi, dengan didukung mayoritas partai (26 kursi dari 50 kursi) di DPRD Surabaya yang dinilai sebagai representasi mayoritas masyarakat Surabaya.

"Koalisi ini memberikan representasi potensi rakyat yang membutuhkan figur Pak MA menuju Surabaya lebih maju memang lebih banyak," kata Gus Amik menambahkan.

Untuk memantabkan kemungkinan Head to Head di Surabaya, Gus Amik menjelaskan pihaknya menyiapkan sejumlah kerja politik.

Di antaranya, mengonsolidasi partai pengusung sampai tingkat kader terbawah.

Tujuannya, mulai menyosialisasikan figur MA bersama program kerjanya.

"Sekali lagi, untuk membuat Surabaya lebih maju, nyaman, dan berkeadilan," katanya.

Program tersebut juga akan sekaligus menjawab persoalan yang kini dihadapi masyarakat, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan lapangan kerja.

"Dengan kerja nyata yang cerdas, peduli membangun Surabaya, Pak MA akan membangun Surabaya untuk semua warga," katanya.

"Nantinya, Surabaya bukan sebatas untuk Surabaya, namun Surabaya juga untuk Jatim. Surabaya untuk Indonesia," pungkasnya.

Tujuh partai politik memang telah merapat ke kubu Machfud Arifin.

Di antaranya adalah PKB (5 kursi), Gerindra (5 kursi), Golkar (5 kursi), Demokrat (4 kursi), NasDem (3 kursi), PAN (3 kursi), dan PPP (1 kursi).

Praktis, tinggal PDI Perjuangan (15 kursi), PKS (5 kursi), dan PSI (4 kursi) yang belum memberikan dukungan.

Besar kemungkinan, PDI Perjuangan yang juga menjadi pemenang di tiga pilkada sebelumnya akan menyiapkan penantang berat bagi MA di Surabaya.

Selain poros MA dan PDI Perjuangan, memang masih ada peluang poros dari calon perorangan (independen) di Surabaya.

Saat ini, sudah ada pasangan M Yasin dan Gunawan yang telah memasuki verifikasi administrasi untuk jalur perorangan.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved