Pilkada Serentak 2020

Tahapan Pilkada Ditunda Karena Corona, SCG: Elektabilitas Calon Akan Menurun

penundaan ini akan menambah panjang waktu kampanye dan akan mempengaruhi semakin besarnya biaya kampanye yang dikeluarkan

ist
Direktur Eksekutif SCG Research & Consulting, Didik Prasetiyono 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

SURYA.co.id | SURABAYA - Surabaya Consulting Group (SCG) mengapresiasi penundaan tahapan Pilkada yang telah diputuskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam surat Nomor: 179/PL.02-Kpt/01/KPU/III/2020 dan Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Keputusan KPU Nomer 179/PL.02-Kpt/01/KPU/III/2020.

SCG melihat keputusan yang dilakukan KPU ini benar dan sesuai arahan nasional untuk melakukan social distancing sebagai upaya menghentikan perluasan wabah Covid 19 dengan mengurangi interaksi pertemuan fisik.

"SCG melihat tahapan yang dilakukan penundaan adalah tahapan yang penting dan krusial, sehingga sangat mungkin juga bisa menunda hari Pemungutan Suara Pilkada Serentak yang  seharusnya dilakukan pada 23 September 2020," ujar Direktur Eksekutif SCG Research & Consulting, Didik Prasetiyono, Minggu (22/3/2020).

Walaupun begitu, Didik mengakui penundaan hari pemungutan suara akan mempunyai pengaruh kepada elektabilitas calon.

"Bagi calon atau pasangan calon yang telah melakukan deklarasi pencalonan, penundaan ini akan menambah panjang waktu kampanye dan akan mempengaruhi semakin besarnya biaya kampanye yang dikeluarkan. Penurunan volume kampanye akan membuat elektabilitas melemah," lanjutnya.

Katanya lagi, pemilih juga akan lelah dan jenuh terhadap lamanya waktu kampanye akibat penundaan pemungutan suara.

Sehingga calon atau pasangan calon yang monoton dan tidak bisa memproduksi kreativitas materi dan gerakan kampanye akan mengalami perlemahan elektabilitas.

Namun begitu jika calon atau pasangan calon bisa memanfaatkan masa krisis Covid-19 ini, menurutnya pasangan calon tersebut akan lebih dilihat oleh para pemilih.

Mulai dari kegiatan pembagian masker, hand sanitizer, disinfektan, rempah-rempah tradisional dan sejenisnya akan mempengaruhi elektabilitas.

"Tantangan bagi KPU dan peserta Pemilu adalah bahwa saat ini Pilkada tidak lagi menjadi prioritas isu bagi pemilih. Covid 19 telah menyita perhatian pemilih, dan untuk itu perlu ditemukan kreatifitas baru cara sosialisasi agar partisipasi pemilih nantinya tetap terjaga," ucap Mantan Komisioner KPU Jatim ini.

Seperti diketahui dalam surat Nomor: 179/PL.02-Kpt/01/KPU/III/2020 dan Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Keputusan KPU Nomer 179/PL.02-Kpt/01/KPU/III/2020 menjelaskan pada pokok berisi perintah kepada jajaran KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/ Kota untuk menunda beberapa tahapan Pilkada.

Langkah ini diambil menyusul perkembangan penyebaran virus corona yang oleh pemerintah Indonesia telah ditetapkan sebagai bencana nasional.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved