Berita Blitar

Stok Beras di Kota Blitar Aman, Gula Pasir Akan Dapat Pasokan dari Bulog Awal April

"Kalau untuk stok beras masih aman hingga lima bulan ke depan. Kami sudah mengecek di gudang Bulog di Blitar dan stoknya masih banyak," katanya.

surabaya.tribunnews.com/samsul hadi
Stok beras menumpuk di gudang Bulog Sub Divre Tulungagung di Blitar. 

SURYA.co.id | BLITAR - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Blitar berkoordinasi dengan Bulog terkait penambahan pasokan gula pasir. Rencananya, awal April 2020 ini, Bulog akan mendatangkan gula pasir untuk Kota Blitar.

"Sesuai rencana, awal April ini akan ada pasokan gula pasir dari Bulog untuk Kota Blitar. Penambahan pasokan gula pasir untuk mengantisipasi kelangkaan dan menekan harga gula pasir di pasaran," kata Kepala Disperdagin Kota Blitar, Arianto, Minggu (22/3/2020).

Arianto memastikan saat ini stok gula pasir di Kota Blitar masih mencukupi untuk kebutuhan hingga 10 hari ke depan. Dengan ada tambahan pasokan dari Bulog pada awal April, stok gula pasir di Kota Blitar masih aman saat menghadapi Ramadan.

"Kalau pasokan gula pasir dari Bulog sudah datang, kami segera melakukan operasi pasar untuk menekan harga di pasaran," ujarnya.
Dikatakannya, stok gula pasir di pasaran memang berkurang. Akibatnya, harga gula melambung dari awalnya Rp 12.000 per kilogram, sekarang menjadi Rp 17.000 per kilogram-Rp 17.500 per kilogram.

Menurutnya, berkurangnya stok gula pasir karena waktu giling di pabrik gula mundur. Selain itu, pasokan gula pasir juga terganggu dampak wabah virus Corona.

"Kalau untuk stok beras masih aman hingga lima bulan ke depan. Kami sudah mengecek di gudang Bulog di Blitar dan stoknya masih banyak," katanya.

Wakil Pimpinan Cabang Bulog Sub Divre Tulungagung, Yudisthira Askar mengatakan sudah mengajukan penambahan pasokan gula pasir ke pemerintah pusat untuk disalurkan di wilayahnya. Penambahan pasokan gula pasir itu untuk mengatasi kelangkaan dan menekan kenaikan harga gula pasir di pasaran.

"Ada plot pasokan gula pasir sekitar 2.000 ton untuk Jatim dari pemerintah pusat. Perkiraan, awal April, pasokan gula pasir dari pemerintah pusat sudah datang," katanya.

Menurutnya, untuk wilayah Bulog Sub Divre Tulungagung diperkirakan mendapat jatah 500 ton gula pasir. Sebanyak 500 ton gula pasir itu akan didistribusikan ke wilayah Bulog Sub Divre Tulungagung yang meliputi Tulungagung, Kota/Kabupaten Blitar, dan Trenggalek.

Untuk stok beras, kata Yudisthira, masih aman hingga lima bulan ke depan. Bulog Sub Divre Tulungagung masih punya pasokan beras sebanyak 12.000 ton. Apalagi, pada April 2020 sudah memasuki masa panen raya padi.

"Kalau stok beras aman hingga lima bulan ke depan. April sudah masuk masa panen raya, otomatis stok beras kami akan bertambah," ujarnya. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved