Berita Mojokerto

Dukung Social Distancing, Kemenag Mojokerto Akan Gelar Bimbingan Manasik Haji Via Live Streaming

Kemenag Kabupaten Mojokerto akan mempersiapkan teknis bimbingan manasik haji melalui online dan tutorial untuk mengantisipasi pengumpulan massa

surya/izi hartono
Ilustrasi manasik haji 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto akan mempersiapkan teknis bimbingan manasik haji melalui online dan tutorial untuk mengantisipasi pengumpulan massa akibat merebaknya Pendemi virus Corona (Covid-19) di Jawa Timur.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Mojokerto, Mukti Ali menjelaskan proses penyelenggaraan ibadah haji reguler di Mojokerto tetap dilaksanakan meski belum ada pengumuman resmi dari Kerajaan Arab Saudi mengenai pelaksanaan ibadah haji 2020. Pihaknya mendukung program pemerintah terkait Social Distancing sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona.

"Terkait dengan wabah Pendemi Covid-19 maka bimbingan manasik haji di KUA maupun di Kabupaten Mojokerto ini kan harus mengumpulkan banyak orang kami sudah mencoba membuat inovasi bimbingan manasik melalui online dan tutorial," ujarnya kepada Surya, Minggu (22/3/2020).

Ia mengatakan, rangkaian bimbingan manasik haji itu akan ditayangkan secara online yang bisa diakses 1680 Calon Jemaah Haji (CJH) di Mojokerto. Alternatif lain, mereka akan merangkum seluruh materi bimbingan manasik haji dan dikemas dalam tutorial secara offline yang bisa dibagikan melalui Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

"Kita masih merancang terkait itu bisa melalui online streaming di website yang bisa diakses oleh CJH supaya mereka belajar di rumah," jelasnya.

Namun kendalanya, lanjut Mukti Ali, prosentase CJH asal Mojokerto sebanyak 65 persen berusia lanjut yang notabene gagap teknologi. Tidak menutup kemungkinan pihak keluarga masing-masing akan dilibatkan untuk mendampingi CJH jika waktu pelaksanaan bimbingan haji via Streaming.

"Proses ini biarlah jalan dulu kemudian nanti pada waktu bimbingan manasik haji mudah-mudahan status Virus Corona sudah usai sehingga para jemaah bisa melakukan manasik haji seperti biasanya 6 hari berturut di KUA dan dua hari di Kemenag," ungkapnya.

Ditambahkannya, pihaknya sejak jauh hari telah mempersiapkan inovasi untuk memperlancar tahapan penyelenggaraan ibadah haji meskipun disaat Social Distancing karena dampak merebaknya Covid-19 tersebut.

"Tentunya akan ada sosialisasi pendampingan melalui petugas KUA jika menggunakan bimbingan manasik haji secara streaming," terangnya.

Terpenting, kata Mukti Ali, masyarakat tidak perlu risau terkait dengan ketidakpastian keberangkatan ibadah haji tahun 2020.

"Masyarakat jangan panik dengan niat ibadah Insyaallah Allah memberi kemudahan," tandasnya. 

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved