Pilwali Blitar 2020

Antisipasi Virus Corona, KPU Kota Blitar Tunda Pelaksanaan Beberapa Tahapan Pilwali Blitar 2020

KPU Kota Blitar menunda pelaksanaan beberapa tahapan Pilwali Blitar 2020 untuk mencegah penyebaran virus Corona

surya.co.id/samsul hadi
Ketua KPU Kota Blitar, Choirul Umam 

SURYA.co.id | BLITAR - KPU Kota Blitar menunda pelaksanaan beberapa tahapan Pilwali Blitar 2020 untuk mencegah penyebaran virus Corona. Penundaan sejumlah pelaksanaan tahapan Pilwali Blitar 2020 itu sesuai instruksi dari KPU RI.

Ketua KPU Kota Blitar, Choirul Umam mengatakan KPU RI mengeluarkan Surat Edaran No 8 Tahun 2020 dan Surat Keputusan No 179 Tahun 2020 tentang Penundaan Beberapa Tahapan Pilkada. SE dan SK KPU RI itu diterima KPU Kota Blitar, Sabtu (21/3/2020) malam.

"Kami menerima SE dan SK dari KPU RI terkait penundaan beberapa kegiatan tahapan Pilkada 2020," kata Umam, Minggu (22/3/2020).

Dikatakannya, sejumlah tahapan Pilwali Blitar 2020 yang ditunda, yaitu, pelaksanaan verifikasi faktual dukungan bakal calon perseorangan, pembentukan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP), dan pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih.

"Tiga kegiatan itu seharusnya dilaksanakan mulai akhir Maret 2020 ini. Karena ada SE dan SK dari KPU RI, kegiatannya kami tunda sampai ada informasi berikutnya," ujarnya.

Menurutnya, penundaan pelaksanaan beberapa tahapan Pilwali itu berkaitan dengan pencegahan penyebaran virus Corona.

KPU Kota Blitar, juga menunda kegiatan sosialisasi Pilwali yang rencananya dilaksanakan akhir Maret 2020.

Sosialisasi Pilwali yang melibatkan komunitas otomotif itu ditunda juga untuk mengantisipasi dan pencegahan penyebaran virus Corona.

"Kegiatan sosialisasi yang melibatkan banyak orang juga kami tunda dulu," katanya.

Tak hanya itu, kata Umam, KPU Kota Blitar juga menerapkan kerja shift untuk pegawainya.

Sebagian pegawai masuk pagi sampai siang dan sebagian lagi masuk siang sampai sore.

Kebijakan itu diambil setelah pemerintah menetapkan bencana nasional terkait wabah virus Corona.

"Untuk presensi pegawai untuk sementara pakai manual dulu, kami tidak menggunakan presensi finger print," ujarnya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved