Berita Blitar

Alasan 5 Siswa SMK di Blitar bakal Ikuti UNBK Susulan pada Awal April 2020

siswa SMK di Blitar Raya mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) susulan pada 7-8 April 2020.

surya.co.id/samsul hadi
Para siswa SMKN 2 Kota Blitar mengikuti UNBK tingkat SMK pekan lalu. Lima siswa akan mengikiti UNBK susulan karena sakit. 

SURYA.co.id | BLITAR - Lima siswa SMK di Blitar Raya bakal mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) susulan pada 7-8 April 2020. Lima siswa SMK itu tidak ikut UNBK pada 16-19 Maret 2020 karena sakit.

"Hanya ada lima siswa SMK yang mengikuti UNBK susulan pada 7-8 April 2020," kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kota/Kabupaten Blitar, Trisilo Budi Prasetyo, Minggu (22/3/2020).

Trisilo mengatakan lima siswa yang ikut UNBK susulan itu empat dari SMKN Kota Blitar dan satu dari SMKN Kabupaten Blitar.

Rinciannya, tiga siswa SMKN 1 Kota Blitar, satu siswa SMKN 3 Kota Blitar, dan satu siswa SMKN Udanawu Kabupaten Blitar.

"Mereka akan mengikuti UNBK susulan di masing-masing sekolahnya," ujarnya.

Selain itu, Trisilo juga menginformasikan soal penundaan pelaksanaan UNBK SMA di wilayah Blitar. UNBK SMA yang rencananya dilaksanakan 30 Maret 2020 ditunda pada 6-9 April 2020.

Menurutnya, penundaan pelaksanaan UNBK SMA berdasarkan surat edaran dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Dalam surat edaran itu disebutkan pelaksanaan UNBK SMA ditunda pada 6-9 April 2020. 

Padahal, sebelumnya, pelaksanaan UNBK SMA sudah dijadwalkan pada 30 Maret 2020. "Surat edaran itu sebagai tindak lanjut antisipasi penyebaran virus Corona. Provinsi memutuskan menunda pelaksanaan UNBK SMA," kata Trisilo.

Dikatakannya, selain menunda pelaksanaan UNBK, dalam surat edaran itu juga menyebutkan memperpanjang masa belajar di rumah siswa SMK dan SMA sampai 5 April 2020. Semula masa belajar di rumah untuk siswa SMA dan SMK berakhir pada 29 Maret 2020.

"Masa belajar siswa di rumah diperpanjang sampai 5 April 2020," katanya.

Tak hanya itu, kata Trisilo, para pengawas sekolah, kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan di SMA dan SMK juga diminta melaksanakan tugas dari rumah mulai 23-29 Maret 2020.

Kebijakan itu juga berlaku bagia kepala cabang dinas pendidikan dan pegawai struktural cabang dinas.

"Salam masa belajar di rumah, kegiatan belajar mengajar siswa tetap dilakukan secara online," katanya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved