Press Release

PLN UID Jatim Raih Penghargaan IGA Awards 2020

Hingga saat ini total 10.434 KK mendapat manfaat langsung dengan adanya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ini.

Foto Istimewa PLN IUD Jatim
Perwakilan PLN UID Jatim saat penerima penghargaan dalam acara yang digelar di Jakarta. 

SURYA.co.id | SURABAYA - PLN UID Jawa Timur meraih penghargaan dalam gelaran Indonesia Green Awards (IGA) The La Tofi School of CSR 2020 kategori Rekayasa Teknologi dalam Menghemat Energi/Penggunaan Energi Baru Terbarukan, di Jakarta.

"Kami mengusung tema "Powering Life, Preserved The Nature, Terik Surya Bangkitkan Secercah Harapan Pulau Garam, PLN UID Jawa Timur menggambarkan upaya pejuang kelistrikan meningkatkan rasio elektrifikasi di Delapan Pulau Wilayah Madura," jelas Bob Saril, General Manager PLN
UID Jawa Timur, Jumat (20/3/2020).

Delapan pulau ini ialah Pulau Tonduk, Pulau Goa-goa, Pulau Pagerungan Kecil, Pulau Paliat, Pulau Sakala, Pulau Masakambing, Pulau Sabuntan, dan Pulau Saubi.

Bukan upaya yang mudah, pasalnya rasio elektrifikasi di Kabupaten Sumenep yang menaungi pulau-pulau tersebut cukup rendah, 64,40 persen per September 2019 serta medan yang harus ditempuh pun harus mengarungi lautan.

“Upaya untuk menerangi pulau-pulau yang ada di Madura tersebut, dibutuhkan kerja keras dari berbagai pihak, tidak hanya PLN. Apalagi, pulau-pulau yang ada di wilayah dimaksud, tempatnya berjauhan. Sehingga, penggunaan jalur laut yang menjadi satu-satunya cara mengangkut berbagai material, harus melewati proses panjang,” cerita Bob.

Pulau-pulau ini sebelumnya dialiri pembangkit berbahan bakar diesel atau bahkan belum mendapatkan aliran listrik.

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi listrik, maka diperlukan pembangunan pembangkit yang lebih banyak.

Sementara sumber daya energi khususnya yang tidak terbarukan seperti minyak, gas, batu bara (fosil) akan terus menerus berkurang.

Berlatar belakang hal tersebut, didukung potensi Pulau Madura yang kaya akan sinar matahari yang terik sangat berpotensi dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik energi baru terbarukan.

Hingga saat ini total 10.434 KK mendapat manfaat langsung dengan adanya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ini.

Dengan PLTS, PLN tetap mengemban tugas melistriki seluruh Indonesia serta dapat pula berkontribusi menjaga kualitas udara dan mengurangi tingkat kerusakan lingkungan.

Mendapat manfaat nyata, warga Pulau Tonduk, Beni Halim mengaku sangat senang dengan ada listrik ini.

"Adanya listrik dari PLN ini, semoga dapat menekan biaya listrik yang kami keluarkan setiap bulan, karena selama ini warga sangat terbebani jika menggunakan swadaya bisa mencapai 50.000 per titik lampu. Harapan kami juga semoga perekonomian warga dapat meningkat dengan adanya listrik di pulau kami,” komentar Beni.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved